Indonesia dorong industrialisasi untuk produksi mobil dan handphone domestik

Indonesia dorong industrialisasi untuk produksi mobil dan handphone domestik
Industri mobil & HP lokal

Pemerintah Indonesia menempatkan industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian utama dari penguatan ekonomi nasional dalam penyusunan RAPBN 2027. Langkah ini diarahkan untuk memperluas kapasitas manufaktur dalam negeri, sekaligus menambah nilai ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

Sorotan

  • Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memproduksi mobil, motor, televisi, komputer, dan handphone sendiri untuk mengurangi dominasi impor mulai 2027.
  • Pemerintah mengoptimalkan instrumen Danantara serta aset negara bernilai besar untuk memperkuat pembiayaan investasi dan percepatan industrialisasi nasional.
  • Realisasi investasi domestik dan asing pada 2025 menciptakan 2,7 juta lapangan kerja baru, didukung program hilirisasi dan penguatan basis produksi dalam negeri.

Arah kebijakan industri dan pembiayaan

Seperti dilaporkan Kompas.com, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dalam rapat paripurna penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026), bahwa Indonesia harus mampu memproduksi mobil, motor, televisi, komputer, dan handphone sendiri agar tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain.

Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen mendorong pengolahan sumber daya alam supaya menciptakan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian. Ia juga menyebut Danantara menjadi instrumen penting untuk mempercepat pembiayaan pembangunan, terutama investasi dan modal kerja yang dibutuhkan untuk percepatan industrialisasi nasional.

Menurut Prabowo, pemerintah terus menemukan tanah, aset, dan gedung milik negara yang bernilai besar dan dapat mendukung agenda tersebut. Ia menilai peran Danantara sudah mulai terasa dalam memperkuat kapasitas pembiayaan bagi proyek pembangunan dan industri.

Dampak ke lapangan kerja dan ekonomi nasional

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyatakan berbagai program pemerintah telah membuka lapangan kerja di sejumlah sektor. Ia mengatakan laporan dari Menteri Investasi menunjukkan realisasi investasi domestik dan asing pada 2025 telah menciptakan 2,7 juta lapangan kerja baru.

Ia menambahkan Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih juga diharapkan membuka lapangan kerja formal baru di desa-desa. Bagi sektor industri nasional, dorongan hilirisasi dan penguatan manufaktur berpotensi memperluas basis produksi dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada barang impor, dan meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah.

Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk percaya pada kekuatan nasional, budaya sendiri, dan semangat gotong royong dalam pembangunan ekonomi. Seruan itu menempatkan industrialisasi bukan hanya sebagai agenda produksi, tetapi juga sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang arahan percepatan industrialisasi oleh Presiden Prabowo, kami mengulas penekanan pemerintah agar Indonesia mampu memproduksi sendiri produk elektronik dan otomotif seperti ponsel, mobil, motor, komputer, dan televisi. Kami juga menyoroti tujuan penguatan basis produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor, sekaligus membuka peluang peningkatan investasi, pengembangan teknologi, dan perluasan rantai pasok nasional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.