Hana Bank bidik komisi wealth management Rp 50 miliar pada 2026

Hana Bank bidik komisi wealth management Rp 50 miliar pada 2026
Hana Bank incar Rp 50 M

Di tengah tekanan pada margin bunga bersih, PT Bank KEB Hana Indonesia mendorong diversifikasi pendapatan dengan memperbesar bisnis wealth management tahun ini. Bank menargetkan pendapatan komisi dari layanan tersebut mencapai Rp 50 miliar pada 2026, seiring upaya mengurangi ketergantungan pada pendapatan bunga.

Sorotan

  • Hana Bank menargetkan komisi wealth management Rp 50 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat target 2025 sebesar Rp 25 miliar.
  • Pada kuartal I-2025, NIM Hana Bank turun sekitar 4,3% menjadi Rp 449,66 miliar, mendorong fokus pada pertumbuhan fee-based income.
  • Laba bersih Hana Bank tumbuh 23,8% secara tahunan menjadi Rp 200,78 miliar pada kuartal I-2026, menunjukkan keberhasilan diversifikasi pendapatan.

Strategi pertumbuhan komisi 2026

KONTAN melaporkan, Hana Bank semakin menitikberatkan pengembangan wealth management sebagai sumber fee-based income baru di tengah gejolak global dan berbagai sentimen yang menekan kinerja margin bunga bersih. Direktur Branch Business Hana Bank, Hendri Setiawan, mengatakan fokus itu mulai dijalankan dalam tiga tahun terakhir setelah bank menilai pertumbuhan FBI menjadi pilihan yang lebih logis dibanding hanya mengandalkan NIM.

Menurut Hendri, sejak memperkuat bisnis tersebut tiga tahun lalu, Hana Bank telah menghimpun dana kelolaan off balance atau asset under management lebih dari Rp 700 miliar. Untuk 2026, perseroan menargetkan komisi dari layanan wealth management sebesar Rp 50 miliar, lebih dari dua kali lipat dibanding target komisi wealth management 2025 yang sebesar Rp 25 miliar.

Ia menyatakan peningkatan FBI menjadi langkah utama agar bank tidak terlalu bergantung pada pendapatan bunga bersih. Pernyataan itu disampaikan Hendri dalam media gathering Hana Bank di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Dampak pada struktur pendapatan bank

Langkah memperbesar bisnis wealth management muncul ketika NIM Hana Bank menghadapi tekanan. Hingga kuartal I-2025, bank mencatat perolehan NIM Rp 449,66 miliar, turun sekitar 4,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, kinerja bank pada kuartal I-2026 tetap tumbuh solid. Laba bersih Hana Bank naik 23,8% secara tahunan menjadi Rp 200,78 miliar, menunjukkan dorongan diversifikasi pendapatan mulai menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis perbankan di tengah kondisi pasar yang lebih bergejolak.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang kinerja Hana Bank pada kuartal I-2026, kami mengulas lonjakan laba bersih menjadi Rp200,78 miliar (naik 23,8% yoy) serta progres kredit dan DPK yang mendekati bahkan melampaui target tahunan. Kami juga menyoroti arah strategi perseroan untuk memperkuat pendapatan berbasis komisi, termasuk ekspansi wealth management, sebagai upaya menyeimbangkan struktur pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada NIM di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.