Hana Bank catat laba bersih Rp200,78 miliar pada kuartal I-2026, bidik target tahunan terlampaui
Hana Bank membukukan pertumbuhan laba pada awal 2026 seiring kredit yang sudah mendekati sasaran tahunan dan dana murah yang terus terjaga. Kinerja kuartal pertama ini menjadi dasar optimisme bank untuk melampaui target laba bersih penuh tahun di tengah gejolak ekonomi.
Sorotan
- Hana Bank membukukan laba bersih Rp200,78 miliar pada kuartal I-2026, tumbuh 23,8% year-on-year, dengan target laba 2026 Rp650,11 miliar diyakini akan terlampaui.
- Net interest margin Hana Bank mencapai Rp449,66 miliar dari target tahunan Rp1,89 triliun, sementara penyaluran kredit Rp39,67 triliun mendekati target Rp43,30 triliun.
- Dana pihak ketiga sebesar Rp30,83 triliun telah melampaui target tahunan, dengan strategi diversifikasi pendapatan dan ekspansi wealth management untuk mengurangi ketergantungan pada NIM.
Kinerja kuartal pertama dan target 2026
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Bank KEB Hana Indonesia mencatat laba bersih Rp200,78 miliar hingga kuartal I-2026, naik 23,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Direktur Branch Business Hana Bank, Hendri Setiawan, mengatakan target laba bersih perseroan pada 2026 sebesar Rp650,11 miliar dan pihaknya optimistis angka itu bisa terlampaui.Ia menyatakan pencapaian pada kuartal I seharusnya sejalan dengan target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun. Pertumbuhan laba tersebut ditopang pendapatan bunga bersih atau NIM yang mencapai Rp449,66 miliar, dari target tahunan sebesar Rp1,89 triliun.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Hana Bank mencapai Rp39,67 triliun hingga kuartal I-2026, sudah mendekati target tahunan Rp43,30 triliun. Dana pihak ketiga tercatat Rp30,83 triliun pada periode yang sama, dan menurut manajemen angka ini sudah melampaui target tahunan bank. Total aset Hana Bank pada kuartal I-2026 mencapai Rp54,60 triliun.
Strategi pendapatan di tengah gejolak ekonomi
Untuk sisa tahun ini, Hana Bank berfokus mempertahankan pertumbuhan laba di tengah kondisi ekonomi yang masih bergejolak. Menurut Hendri, perbankan kini tidak lagi bisa hanya mengandalkan pendapatan bunga bersih sehingga diversifikasi sumber pendapatan menjadi semakin penting.Salah satu strategi yang didorong perseroan adalah meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau fee based income. Hana Bank juga terus memperluas ekspansi layanan bisnis, termasuk wealth management, agar struktur pendapatan menjadi lebih seimbang dan ketergantungan terhadap NIM dapat berkurang.
Arah strategi ini mencerminkan penyesuaian yang lebih luas di industri perbankan, ketika bank berupaya menjaga profitabilitas sambil tetap mendorong pertumbuhan kredit. Bagi Hana Bank, kombinasi kredit yang hampir mencapai target, DPK yang telah melampaui sasaran, dan dorongan pada pendapatan komisi menjadi fondasi utama untuk menjaga kinerja sepanjang 2026.
Dalam liputan kami sebelumnya tentang dampak kenaikan BI Rate ke 5,25% pada perbankan, kami menyoroti bahwa biaya dana yang naik dapat menekan ruang ekspansi dan membuat pertumbuhan kredit 2026 lebih moderat, terutama untuk kredit baru dan kredit berbunga mengambang. Kami juga mencatat skenario BI Rate sangat bergantung pada pergerakan rupiah serta tekanan eksternal seperti harga minyak, yang pada akhirnya bisa memengaruhi margin, risiko NPL, dan profitabilitas bank.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto