Ashutosh Sureka

IHSG menguat pada pembukaan perdagangan, saham energi dan keuangan menopang pasar

IHSG menguat pada pembukaan perdagangan, saham energi dan keuangan menopang pasar
IHSG menguat didorong sektor utama

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Rabu pagi bergerak positif dengan mayoritas indeks acuan dibuka di zona hijau. Penguatan awal ini disertai dominasi 239 saham naik dan nilai transaksi pembukaan yang mencapai Rp365 miliar.

Sorotan

  • IHSG dibuka menguat 0,47 persen ke level 6.068 pada awal perdagangan 15/7/2026 dengan volume transaksi 606 juta lembar senilai Rp365 miliar.
  • Sektor energi, keuangan, infrastruktur, bahan baku, dan teknologi menopang penguatan IHSG, sementara sektor konsumer, properti, dan kesehatan melemah.
  • Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST), dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) memimpin top gainers sesi awal.

Kinerja pembukaan dan pergerakan indeks

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,47 persen ke level 6.068 pada awal perdagangan Rabu, 15/7/2026. Semenit setelah perdagangan berjalan, IHSG masih berada di zona hijau meski penguatannya tercatat 0,20 persen ke level 6.051.

Pada fase awal perdagangan, sebanyak 239 saham menguat, 162 saham melemah, dan 564 saham stagnan. Volume transaksi mencapai 606 juta lembar saham dengan nilai transaksi awal sebesar Rp365 miliar.

Sejumlah indeks utama juga bergerak naik, dengan indeks LQ45 menguat 0,15 persen ke level 599, indeks JII naik 0,04 persen ke level 364, indeks MNC36 bertambah 0,15 persen ke level 263, dan IDX30 menguat 0,17 persen ke level 339.

Sektor penggerak dan saham teratas

Sektor-sektor yang berada di zona hijau pada awal sesi meliputi energi, keuangan, infrastruktur, bahan baku, dan teknologi. Di sisi lain, sektor konsumer siklikal, konsumer nonsiklikal, properti, transportasi, industri, dan kesehatan bergerak melemah.

Di jajaran top gainers, kenaikan dipimpin oleh PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST), dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL). Sementara itu, kelompok top losers ditempati oleh Ciptadana Asset Management, Sinarmas Asset Management, dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM).

Dalam laporan kami sebelumnya tentang kebijakan BEI mengecualikan saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks utama, kami membahas langkah penyaringan untuk menjaga kualitas tolok ukur seperti LQ45 dan IDX30. BEI menilai penyaringan ini penting untuk mendukung likuiditas, penyebaran kepemilikan publik yang lebih sehat, serta memperkuat perlindungan investor dan kredibilitas indeks.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.