KSPI memperingatkan gelombang PHK massal mengancam 9.000 pekerja di Indonesia
Tekanan pada industri manufaktur dan sektor terkait di Indonesia kini meluas dari penutupan pabrik hingga efisiensi operasional di sejumlah daerah. Dalam tiga bulan ke depan, konfederasi serikat pekerja menilai sekitar 9.000 pekerja di sedikitnya 10 perusahaan terancam kehilangan pekerjaan, setelah ratusan karyawan sudah terdampak pada Mei 2026.
Sorotan
- KSPI melaporkan gelombang PHK massal pada Mei 2026 di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur, menimpa lebih dari 9.000 pekerja.
- Penutupan PT Xacti Indonesia dan efisiensi pada PT Nikomas Gemilang, PT Parkland World Indonesia 2, serta PT Sinhwa Bis, masing-masing mem-PHK ratusan pekerja.
- Sektor manufaktur dan otomotif terpukul oleh ketidakpastian global dan pelemahan rupiah; PHK di Karawang mencapai 1.323 orang dan tekanan muncul akibat naiknya harga jual kendaraan.
Gelombang PHK meluas pada Mei 2026
Seperti diberitakan Okezone Economy Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, KSPI, menyatakan ancaman PHK yang sebelumnya diperkirakan kini sudah terjadi di lapangan. Wakil Presiden KSPI Kahar S Cahyono mengatakan gelombang PHK massal sudah nyata, dengan kasus terbaru berasal dari penutupan PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, yang menyebabkan 350 pekerja terkena PHK.KSPI juga mencatat PHK lain pada Mei 2026 di Kabupaten Serang, masing-masing 279 pekerja di PT Nikomas Gemilang, 223 pekerja di PT Parkland World Indonesia 2, dan 176 pekerja di PT Sinhwa Bis. Di Jawa Timur, showroom dan bengkel Toyota Asri Motor, PT dan CV, juga dilaporkan memangkas sekitar 200 pekerja.
Kahar menyebut bayang-bayang perang dan ketidakpastian ekonomi global terus menekan dunia usaha domestik. Menurutnya, kondisi itu mendorong perusahaan mengambil langkah efisiensi yang kemudian berujung pada pengurangan tenaga kerja.
Dampak regional membebani manufaktur dan otomotif
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal menilai fenomena PHK massal mencerminkan rapuhnya ketahanan industri domestik terhadap gejolak eksternal. Ia menyebut industri manufaktur saat ini berada dalam tekanan berat karena ketidakpastian pasar global yang belum mereda, sehingga sejumlah perusahaan menempuh penutupan total atau pailit.Meski begitu, proses advokasi untuk pekerja PT Xacti disebut sudah mencapai kesepakatan. Berdasarkan laporan anggota KSPI, pekerja terdampak menerima kompensasi berupa pesangon dua kali ketentuan undang-undang ketenagakerjaan, termasuk uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak.
Di Karawang, Jawa Barat, total 1.323 orang tercatat terkena PHK dengan berbagai sebab, mulai dari penutupan perusahaan sebanyak 295 orang, efisiensi 294 orang, hingga disharmoni manajemen. Di Banten, terutama Serang dan Tangerang, sektor sepatu dan tekstil menjadi yang paling terpukul, dengan perusahaan seperti PT Sinhwa Bis, PT Lung Cheong, dan PT PWI telah merumahkan ratusan karyawan.
Tekanan juga menjalar ke sektor otomotif yang bergantung pada bahan baku impor. KSPI menilai pelemahan daya beli dan kenaikan harga jual akibat melemahnya rupiah terhadap dolar menekan permintaan kendaraan domestik, termasuk di Sidoarjo, tempat CV Asri melakukan PHK terhadap 200 pekerja karena penjualan mobil yang rendah.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan di pasar obligasi pemerintah global, kami membahas bagaimana perang di sekitar Iran dan gangguan pasokan di Selat Hormuz membuat investor kembali mengantisipasi inflasi yang lebih persisten. Kondisi itu mendorong imbal hasil obligasi jangka panjang di negara-negara G7 naik dan mempersempit ruang gerak bank sentral, sehingga biaya pendanaan dan tekanan harga berpotensi menyebar ke ekonomi riil.
- Forex
- Crypto