Indonesia dan Perancis perluas kemitraan strategis lewat pertahanan, investasi, dan pendidikan

Indonesia dan Perancis perluas kemitraan strategis lewat pertahanan, investasi, dan pendidikan
Kemitraan strategis Indonesia-Perancis

Kunjungan ketiga Presiden Prabowo ke Perancis pada 26-29 Mei 2026 memperkuat arah kerja sama Indonesia-Perancis di sektor pertahanan, ekonomi, pendidikan, dan isu geopolitik. Rangkaian pembicaraan di Paris juga menegaskan posisi Perancis sebagai mitra strategis penting bagi Indonesia di tengah ketidakpastian global dan konflik yang masih berlangsung.

Sorotan

  • Presiden Prabowo dan Presiden Macron sepakat hubungan Indonesia-Perancis kini berada di tingkat terbaik, memperluas kerja sama pertahanan, investasi, dan pendidikan.
  • Macron menyatakan Indonesia sebagai mitra strategis utama Perancis di Indo-Pasifik, menargetkan kemitraan global yang makin dalam di tengah dinamika geopolitik.
  • Tiba pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia dan rencana latihan militer Misi Pegasus pada September 2026 menandai penguatan signifikan kemitraan pertahanan kedua negara.

Komitmen bilateral dan agenda kerja sama

Seperti dilaporkan Kompas.com, pertemuan bilateral Presiden Prabowo dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, menempatkan hubungan Indonesia dan Perancis pada fase yang disebut Prabowo sebagai tingkat terbaik dalam sejarah relasi kedua negara. Prabowo menyatakan kerja sama kedua negara terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, pendidikan, energi bersih, sains dan teknologi, hingga investasi.

Prabowo juga menilai kedekatan hubungan tersebut tidak lepas dari dukungan langsung Macron dalam memperkuat kemitraan bilateral. Ia mengatakan kedua negara akan melihat kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang, dan lebih berdampak pada periode mendatang.

Dampak pertahanan dan posisi Indo-Pasifik

Macron menegaskan Indonesia merupakan mitra strategis penting Perancis di kawasan Indo-Pasifik. Menurut dia, komitmen kedua negara kini bergerak untuk memperkuat hubungan strategis menjadi kemitraan global yang lebih luas dan lebih mendalam di tengah dinamika geopolitik dunia.

Di sektor pertahanan, Macron menyoroti tibanya pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia sebagai bukti nyata penguatan hubungan kedua negara. Ia juga mengumumkan Indonesia dan Perancis kembali menggelar latihan militer bersama melalui Misi Pegasus pada September 2026, sebuah langkah yang menunjukkan kemitraan pertahanan kedua negara telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Peluncuran France-Indonesia High Level Business Council di Paris sebelumnya kami soroti sebagai tindak lanjut ekonomi dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron. Forum ini mempertemukan 30 pimpinan industri dari kedua negara dengan kapitalisasi gabungan sekitar USD 1,3 triliun, sekaligus mendorong implementasi komitmen investasi serta kerja sama di sektor energi, perdagangan, dan pertahanan. Dalam agenda yang sama, juga disebut adanya empat kesepakatan komersial baru untuk memperkuat hubungan bisnis bilateral.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.