BEI mencatat saham-saham dengan penurunan terdalam dalam perdagangan pekan 25-29 Mei
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sepanjang 25-29 Mei 2026 ditutup dengan tekanan pada sejumlah emiten, seiring IHSG melemah 0,56 persen ke level 6.127. Penurunan terdalam dalam daftar saham tertekan pekan ini dipimpin PT Asia Pramulia Tbk, sementara pelemahan paling terbatas di kelompok tersebut terjadi pada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
Sorotan
- PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) mencatat penurunan saham terdalam pekan 25-29 Mei 2026, turun 37,85 persen ke Rp179 dari Rp288.
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 19,30 persen ke Rp1.150 dari Rp1.425, menjadi saham dengan koreksi paling kecil di kelompok top losers.
- Koreksi saham-saham terbesar sepekan 25-29 Mei 2026 terjadi seiring pelemahan IHSG, menekan sepuluh emiten secara meluas di pasar domestik.
Pergerakan saham tertekan selama sepekan
Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia, hingga Sabtu 30 Mei 2026, sepuluh saham mencatat penurunan terbesar pada perdagangan pekan 25-29 Mei 2026 di tengah koreksi IHSG.Di posisi teratas daftar saham dengan pelemahan terdalam, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) merosot 37,85 persen ke Rp179 per saham dari Rp288 pada pekan sebelumnya. Di sisi lain, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi saham dengan penurunan paling terbatas dalam kelompok top losers, setelah turun 19,30 persen ke Rp1.150 dari Rp1.425.
Dampak pada sentimen pasar domestik
Koreksi pada kelompok saham dengan penurunan terbesar ini terjadi sejalan dengan pelemahan indeks acuan pasar saham Indonesia selama sepekan. Pergerakan tersebut mencerminkan tekanan yang masih membayangi sebagian saham di pasar domestik pada akhir Mei 2026.Data BEI yang dirilis pada akhir pekan juga menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada satu emiten, melainkan meluas ke sepuluh saham yang masuk daftar top losers. Rangkaian penurunan ini menjadi gambaran pelemahan harga pada sejumlah saham ketika IHSG bergerak terkoreksi dalam periode yang sama.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penutupan IHSG pada periode 25-29 Mei 2026, kami mencatat indeks melemah ke kisaran 6.127 di tengah indikator bursa yang beragam. Ulasan tersebut menyoroti kenaikan nilai transaksi dan kapitalisasi pasar, namun disertai penurunan volume serta frekuensi transaksi dan aksi jual bersih investor asing yang menambah tekanan pada pasar saham domestik.
Berita Quotex Terbaru
- Forex
- Crypto