Pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan tumbuh 53,78% per Mei 2026

Pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan tumbuh 53,78% per Mei 2026
BNPL tumbuh 53,78% Mei

Kinerja pembiayaan buy now pay later, atau BNPL, di industri perusahaan pembiayaan Indonesia tetap mencatat ekspansi tinggi hingga Mei 2026 di tengah perhatian pada kualitas kredit. Nilai penyaluran mencapai Rp 13,18 triliun, sementara laju pertumbuhan tahunan melambat dibandingkan April meski masih berada di atas 50%.

Sorotan

  • OJK mencatat penyaluran pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp 13,18 triliun per Mei 2026, tumbuh 53,78% year on year.
  • Pertumbuhan BNPL perusahaan pembiayaan per Mei 2026 melambat dibanding April 2026 yang tumbuh 56,92% menjadi Rp 12,93 triliun dan Maret 55,85% ke Rp 12,81 triliun.
  • NPF gross BNPL perusahaan pembiayaan naik menjadi 3,44% pada Mei 2026 dari 2,99% di April 2026, menandakan peningkatan risiko kredit di tengah ekspansi.

Perkembangan penyaluran dan laju pertumbuhan

KONTAN Indonesia melaporkan, Otoritas Jasa Keuangan, OJK, mencatat penyaluran pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan sebesar Rp 13,18 triliun per Mei 2026. Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman mengatakan pertumbuhan BNPL perusahaan pembiayaan mencapai 53,78% secara year on year, yang ia sampaikan dalam konferensi pers RDK OJK pada Selasa, 7 Juli 2026.

Laju ini menunjukkan pertumbuhan yang masih signifikan, tetapi lebih lambat dibandingkan posisi April 2026. Pada April 2026, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 56,92% secara tahunan menjadi Rp 12,93 triliun.

Adapun pada Maret 2026, OJK mencatat pembiayaan BNPL tumbuh 55,85% secara year on year dengan nilai Rp 12,81 triliun. Rangkaian data tersebut menunjukkan nominal pembiayaan terus naik dari Maret hingga Mei, meski kecepatan pertumbuhannya mulai moderat pada bulan terakhir yang dilaporkan.

Risiko kredit dan dampaknya bagi industri

Di sisi kualitas pembiayaan, Agusman menyampaikan rasio non performing financing, atau NPF, gross BNPL perusahaan pembiayaan masih terjaga pada Mei 2026. NPF gross tercatat sebesar 3,44%, namun angkanya memburuk dari posisi April 2026 yang sebesar 2,99%.

Kenaikan rasio pembiayaan bermasalah ini menjadi sinyal bahwa industri tetap menghadapi risiko kredit seiring ekspansi cepat pada produk paylater. Bagi sektor pembiayaan, kombinasi pertumbuhan penyaluran yang tinggi dan kenaikan NPF akan menjadi perhatian utama dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas aset.

Kenaikan rasio NPF gross industri multifinance per Mei 2026 menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, saat kualitas pembiayaan tertekan di tengah melemahnya daya beli dan biaya pendanaan yang masih tinggi. Kami juga mencatat pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance melambat secara tahunan, sehingga OJK menekankan penguatan manajemen risiko, kualitas analisis kredit, dan pemantauan portofolio untuk menahan risiko kredit.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.