Kemendagri tetapkan Wajo, Kolaka, dan Mamasa unggul dalam creative financing di Sulawesi
Ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi menempatkan inovasi pembiayaan daerah sebagai salah satu ukuran utama kinerja pemerintah kabupaten di tengah kebutuhan pendanaan pembangunan yang berkelanjutan. Di Kendari pada 29 Mei 2026, Kabupaten Wajo meraih peringkat pertama kategori creative financing, diikuti Kolaka dan Mamasa.
Sorotan
- Kementerian Dalam Negeri menetapkan Wajo, Kolaka, dan Mamasa sebagai pemenang creative financing regional Sulawesi dengan penghargaan Terbaik I, II, dan III.
- Penilaian creative financing didasarkan pada inovasi pengelolaan sumber pendapatan, digitalisasi, tata kelola keuangan, dan konsistensi opini pengelolaan keuangan daerah.
- Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 terdiri dari empat kategori utama dengan total 18 penyelenggaraan hingga akhir November 2026 mencakup seluruh wilayah Sulawesi.
Kriteria penilaian dan hasil penghargaan
Seperti dilaporkan Kompas.com, Kementerian Dalam Negeri menetapkan tiga pemerintah kabupaten sebagai pemenang kategori creative financing dalam gelaran regional Sulawesi, dengan Wajo sebagai Terbaik I, Kolaka Terbaik II, dan Mamasa Terbaik III. Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang dinilai mampu menunjukkan kinerja melalui inovasi pembiayaan pembangunan daerah.Dalam penilaian kategori ini, Kemendagri melihat kapasitas kepala daerah dalam mengoptimalkan berbagai sumber daya untuk mendukung pembangunan. Aspek yang dinilai mencakup pengelolaan badan usaha milik daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, digitalisasi, tata kelola keuangan, serta konsistensi opini atas pengelolaan keuangan daerah.
Selain itu, daerah juga dinilai dari kemampuannya menggali sumber pembiayaan secara kreatif, inovatif, dan berkelanjutan, sehingga tidak semata bergantung pada kapasitas fiskal yang dimiliki.
Skema regional dan dampaknya bagi persaingan daerah
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan ajang tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memotivasi kepala daerah memperbaiki layanan publik dan mendorong pembangunan di wilayah masing-masing. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada daerah yang meraih penghargaan dan mendorong daerah lain untuk terus meningkatkan kinerja karena masih ada gelombang penilaian berikutnya.Tito menjelaskan skema regional dipilih agar kompetisi berlangsung lebih proporsional bagi daerah dengan kapasitas fiskal berbeda. Menurut dia, jika penilaian dilakukan secara nasional, daerah besar cenderung lebih dominan, sementara daerah kecil berisiko tertinggal.
Untuk regional Sulawesi, penilaian dilakukan terhadap pemerintah daerah di seluruh wilayah Sulawesi dengan dasar data terukur dari instansi resmi, termasuk Badan Pusat Statistik, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah. Secara keseluruhan, Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 mempertandingkan empat kategori utama, yakni penurunan tingkat pengangguran, creative financing, pengendalian inflasi, serta penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, dengan total 18 penyelenggaraan hingga akhir November 2026.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi, kami membahas skema penghargaan berbasis regional yang digelar Kemendagri untuk memacu kompetisi kinerja antardaerah. Kami juga menyoroti bahwa penilaian dibuat lebih objektif dengan mengacu pada indikator kuantitatif dari BPS dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah, serta mencakup kategori seperti pengangguran, creative financing, pengendalian inflasi, hingga penanggulangan kemiskinan dan stunting.
Berita Excellence Trade Terbaru
- Forex
- Crypto