Kredit investasi perbankan ditopang program pemerintah, pertumbuhan berpotensi melandai pada akhir 2026
Kredit investasi masih menopang ekspansi kredit perbankan nasional pada awal 2026 di tengah dorongan pembiayaan proyek pemerintah dan transisi energi. Di sisi lain, ekonom menilai laju pertumbuhan segmen ini berpotensi menormal ke kisaran 12% hingga 14% pada akhir tahun jika investasi swasta tetap terbatas.
Sorotan
- Data Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,98% yoy per April 2026, didorong lonjakan kredit investasi 19,48% yoy dengan katalis utama program pemerintah.
- Hingga April 2026, undisbursed loan masih 22,57% dari plafon kredit, menunjukkan penyerapan investasi swasta di luar sektor pelat merah belum kuat.
- BCA mencatat kredit investasi naik 13,3% yoy menjadi Rp 371,1 triliun per Maret 2026, sementara KB Bank alokasikan 27% portofolio kredit untuk investasi, fokus ekspansi selektif berbasis risiko.
Pendorong pertumbuhan dan proyeksi akhir tahun
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, data Bank Indonesia menunjukkan kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan per April 2026, dengan kredit investasi menjadi penopang utama setelah naik 19,48% yoy. Pada periode yang sama, kredit modal kerja dan kredit konsumsi masing-masing hanya tumbuh 6,04% yoy dan 6,13% yoy.Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menyatakan program pemerintah masih menjadi katalis utama pertumbuhan tersebut, seiring munculnya instrumen dan lembaga pembiayaan baru seperti Danantara dan Koperasi Merah Putih yang memulai operasional pada awal tahun ini. Ia juga menilai penyaluran kredit untuk proyek pembangkit listrik tenaga surya yang ditargetkan mencapai 100 gw, serta transisi energi hijau yang mulai masuk fase konstruksi masif pada triwulan pertama, ikut mendorong kebutuhan pembiayaan jangka panjang.
Namun, Rahma melihat pertumbuhan dari sisi swasta masih terbatas. Hingga April 2026, fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan masih sebesar 22,57% dari plafon kredit tersedia, yang menurutnya mencerminkan belum kuatnya penyerapan investasi di luar sektor pelat merah.
Ia memperingatkan bahwa kenaikan kredit investasi menuju 20% dapat menjadi anomali bila investasi swasta di luar badan usaha milik negara stagnan. Menurut dia, bila penarikan undisbursed loan lebih banyak dipakai untuk restrukturisasi internal atau pembiayaan proyek penugasan Danantara, dampaknya terhadap pemulihan daya beli dan aktivitas ekonomi riil akan tetap terbatas.
Dampak bagi bank dan strategi penyaluran
BCA mencatat pertumbuhan kredit investasi 13,3% yoy menjadi Rp 371,1 triliun per Maret 2026. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan kinerja kredit perbankan pada dasarnya bergerak sejalan dengan kondisi perekonomian, sehingga penyaluran pembiayaan tetap diarahkan ke sektor-sektor potensial dengan mempertimbangkan kondisi domestik, global, dan prospek usaha debitur.Ia menegaskan BCA berkomitmen menyalurkan kredit secara prudent dengan penerapan manajemen risiko yang disiplin. Pendekatan ini menunjukkan bank besar masih melihat ruang ekspansi kredit investasi, tetapi tetap menjaga kualitas pembiayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sementara itu, Presiden Direktur KB Bank Kunardy Darma Lie menyatakan perseroan mengoptimalkan skema kredit sindikasi untuk mendorong ekspansi kredit investasi sebagai bagian dari mitigasi risiko dan pengelolaan eksposur yang lebih terukur. Menurut dia, partisipasi dalam kredit sindikasi membantu bank menjaga kualitas aset tetap sehat sekaligus mengoptimalkan efisiensi modal untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang prudent.
KB Bank juga berupaya menangkap peluang pembiayaan dari program pemerintah secara selektif sesuai profil risiko bank. Hingga April 2026, portofolio kredit investasi KB Bank setara 27% dari total kredit, terutama didorong peningkatan penyaluran pembiayaan strategis pada segmen wholesale, dan perseroan tetap optimistis kinerjanya positif ke depan dengan strategi pertumbuhan yang selektif.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang dominasi penjaminan produktif di industri penjaminan, kami mencatat outstanding penjaminan produktif masih mencapai sekitar 70% dari total portofolio per Maret, yang menegaskan peran penjaminan dalam menopang pembiayaan sektor riil. Namun, pelaku industri juga mewaspadai pelemahan makroekonomi dan kenaikan risiko kredit UMKM yang dapat mendorong selektivitas lebih ketat serta berpotensi menekan porsi penjaminan produktif secara bertahap, terutama bila kualitas aset memburuk dan dukungan kebijakan melemah.
- Forex
- Crypto