Sentimen positif mewarnai awal perdagangan saham di Jakarta pada Selasa, saat Indeks Harga Saham Gabungan dibuka naik ke level 6.210. Penguatan itu berlanjut dalam menit-menit awal transaksi, ditopang mayoritas saham yang bergerak di zona hijau dengan nilai transaksi awal mencapai Rp2,1 triliun.
Sorotan
- IHSG naik 1,35 persen ke level 6.210 pada pembukaan 2 Juni 2026, meningkat lagi menjadi 1,40 persen ke level 6.213 dalam satu menit.
- Volume perdagangan awal tercatat 1,9 miliar lembar saham dengan LQ45 naik 0,90 persen, IDX30 naik 0,65 persen, namun JII turun 0,42 persen.
- Saham energi, konsumer siklikal, infrastruktur, dan teknologi menguat, sementara sektor keuangan dan kesehatan melemah; CUAN dan XIIF memimpin top gainers.
Pergerakan awal indeks dan sektor
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG naik 1,35 persen ke level 6.210 pada pembukaan perdagangan hari ini. Dalam satu menit pertama perdagangan, Selasa 2 Juni 2026, penguatan bertambah menjadi 1,40 persen ke level 6.213, dengan 285 saham menguat, 258 saham melemah, dan 416 saham stagnan.Volume perdagangan awal mencapai 1,9 miliar lembar saham. Di jajaran indeks utama, LQ45 naik 0,90 persen ke level 616, IDX30 menguat 0,65 persen ke level 349, dan MNC36 bertambah 0,23 persen ke level 270, sementara JII melemah 0,42 persen ke level 380.
Secara sektoral, penguatan terjadi pada saham energi, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, bahan baku, industri, dan teknologi. Di sisi lain, sektor konsumer non-siklikal, keuangan, transportasi, dan kesehatan berada di zona merah.
Saham penggerak dan gambaran pasar
Di kelompok top gainers, saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIIF), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Sementara itu, daftar top losers ditempati PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL), PT Bank Ina Perkasa Tbk (BINA), dan PT Trans Power Marine Tbk (TPMA).Komposisi pergerakan saham pada awal sesi menunjukkan pasar dibuka dengan kecenderungan positif, meski tekanan masih terlihat di sejumlah sektor defensif dan keuangan. Pola ini menandakan minat investor pada saham-saham tertentu tetap kuat pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang volatilitas saham bank berkapitalisasi besar pada awal Juni 2026, kami menyoroti bahwa gejolak diproyeksi mereda seiring dampak rebalancing MSCI yang mulai berkurang. Kami juga mencatat besarnya net sell asing pada BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, serta menekankan bahwa arah berikutnya banyak ditentukan oleh pergerakan rupiah yang berpotensi memicu kembalinya minat investor asing.
Berita Forex pairs Terbaru
- Forex
- Crypto