IHSG berbalik melemah ke 6.140 saat awal perdagangan Jakarta

IHSG berbalik melemah ke 6.140 saat awal perdagangan Jakarta
IHSG berbalik melemah awal

Perdagangan saham di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026, dibuka dengan penguatan sebelum cepat berbalik ke zona merah dalam menit-menit awal sesi. Pelemahan itu terjadi di tengah tekanan mayoritas saham dan penurunan sejumlah indeks utama, meski beberapa sektor seperti energi, properti, industri, dan kesehatan masih bertahan menguat.

Sorotan

  • IHSG awalnya naik 0,19% ke 6.207 namun berbalik melemah 0,91% ke 6.140, dengan nilai transaksi Rp2,1 triliun dan volume 3,09 miliar saham.
  • Indeks LQ45 turun 0,28% ke 617, JII melemah 0,26% ke 376, MNC36 turun 0,17% ke 269, dan IDX30 turun 0,21% ke 348.
  • Sektor energi, properti, industri, dan kesehatan menopang pasar sementara sektor konsumer siklikal, bahan baku, teknologi, dan keuangan melemah.

Pergerakan awal indeks dan aktivitas transaksi

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG sempat naik 0,19% ke level 6.207 saat pembukaan perdagangan. Namun beberapa menit kemudian indeks melemah 0,91% ke level 6.140, dengan 198 saham menguat, 380 saham melemah, dan 381 saham stagnan.

Nilai transaksi awal mencapai Rp2,1 triliun dengan volume 3,09 miliar lembar saham. Di kelompok indeks lain, LQ45 turun 0,28% ke 617, JII melemah 0,26% ke 376, MNC36 turun 0,17% ke 269, dan IDX30 turun 0,21% ke 348.

Sektor penopang dan saham penggerak pasar

Secara sektoral, energi, properti, industri, dan kesehatan masih berada di zona hijau pada awal perdagangan. Di sisi lain, sektor konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, konsumer non-siklikal, keuangan, dan transportasi masih mencatat pelemahan.

Saham yang masuk jajaran top gainers meliputi PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), PT Arthavest Tbk (ARTA), dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE). Sementara top losers ditempati PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), dan PT Ciptadana Asset Management Tbk (XCIS).

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rebound saham bank-bank besar jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, kami mengulas penguatan BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI setelah tekanan jual pasca rebalancing MSCI mereda. Kami juga menyoroti dukungan stabilitas moneter dan likuiditas, serta pandangan analis bahwa fundamental perbankan masih solid—dengan katalis utama tetap pada arus dana asing dan sentimen pasar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.