Harga pangan Indonesia naik, bawang merah dan cabai memimpin kenaikan pada 3 Juni

Harga pangan Indonesia naik, bawang merah dan cabai memimpin kenaikan pada 3 Juni
Bawang & cabai melonjak

Pergerakan harga pangan nasional pada Rabu, 3 Juni 2026 menunjukkan kenaikan di sejumlah komoditas utama, terutama bawang, beras tertentu, dan cabai. Di saat yang sama, beberapa jenis beras dan cabai merah besar masih mencatat penurunan, menandakan tekanan harga yang belum merata di seluruh kelompok pangan.

Sorotan

  • Bawang merah naik 14,4 persen menjadi Rp56.700 per kilogram dan bawang putih naik 1,8 persen menjadi Rp39.650 per kilogram pada 3 Juni.
  • Cabai rawit merah melonjak 15,96 persen menjadi Rp92.250 per kilogram, menunjukkan tekanan harga dan volatilitas pasokan pangan segar meningkat di awal Juni.
  • Pergerakan harga beras beragam, dengan kualitas bawah naik hingga 2,08 persen sementara kualitas super turun 1,72 persen, mencerminkan segmentasi tekanan harga di pasar.

Perubahan harga komoditas utama harian

Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) oleh Bank Indonesia, bawang merah naik 14,4 persen menjadi Rp56.700 per kilogram, sementara bawang putih naik 1,8 persen menjadi Rp39.650 per kilogram.

Pada kelompok beras, beras kualitas bawah I naik 1,37 persen menjadi Rp14.800 per kilogram dan beras kualitas bawah II naik 2,08 persen menjadi Rp14.750 per kilogram. Beras kualitas medium I juga naik 0,31 persen menjadi Rp16.250 per kilogram. Sebaliknya, beras kualitas medium II turun 0,31 persen menjadi Rp16.000 per kilogram, beras kualitas super I turun 1,72 persen menjadi Rp17.150 per kilogram, dan beras kualitas super II turun 0,58 persen menjadi Rp16.850 per kilogram.

Tekanan harga dan dampak pada pasar pangan

Kenaikan paling tajam dalam data harian ini terlihat pada cabai rawit merah dan bawang merah, dua komoditas yang kerap memengaruhi pengeluaran rumah tangga serta harga di pasar tradisional. Lonjakan pada kelompok cabai juga menunjukkan volatilitas pasokan pangan segar masih berlangsung pada awal Juni.

Pergerakan yang berbeda di kelompok beras menunjukkan pasar belum bergerak seragam, dengan sebagian kualitas masih naik sementara kualitas lain turun. Kondisi ini mencerminkan adanya variasi tekanan harga antarsegmen pangan pokok, yang dapat memengaruhi pola belanja konsumen dan strategi distribusi pedagang dalam jangka pendek.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Indonesia pada Mei 2026, kami menyoroti perbaikan daya beli petani seiring NTP naik menjadi 127,73 karena harga yang diterima petani tumbuh lebih cepat dibanding biaya yang mereka bayar. Penguatan ini terutama didorong subsektor hortikultura, dengan lonjakan harga bawang merah dan cabai rawit menjadi faktor utama, sementara pemerintah menekankan upaya menjaga produktivitas serta keberlanjutan pasokan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.