Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian bahas strategi ekspansi produk halal Indonesia

Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian bahas strategi ekspansi produk halal Indonesia
Strategi ekspansi produk halal

Penguatan industri halal Indonesia menjadi fokus dalam pertemuan pejabat perdagangan dan perindustrian di Jakarta pada Rabu, 24 Jun. Pembahasan mencakup kolaborasi pemangku kepentingan, pengembangan ekosistem halal, dan perluasan akses ke pasar global.

Sorotan

  • Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza bertemu pada 24 Juni untuk membahas strategi pengembangan produk halal nasional.
  • Diskusi menyoroti penguatan ekosistem halal serta strategi memperluas jangkauan ekspor produk halal Indonesia melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan.
  • Koordinasi kedua kementerian berpotensi memperkuat rantai pasok halal nasional dan membuka peluang ekspansi produk halal Indonesia ke pasar global.

Agenda koordinasi pengembangan industri halal

Seperti disampaikan Kementerian Perdagangan Indonesia, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti bertemu dengan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu, 24 Jun, untuk membahas arah pengembangan produk halal nasional.

Pertemuan tersebut menyoroti strategi yang mencakup kerja sama antarpemangku kepentingan, penguatan ekosistem halal, serta upaya memperluas jangkauan produk halal Indonesia ke pasar global.

Dalam pertemuan itu, Wakil Menteri Perdagangan didampingi Sekretaris Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional Danang Prasta Danial dan Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Bayu Nugroho.

Dampak bagi perdagangan dan industri nasional

Koordinasi antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian menunjukkan upaya menyelaraskan kebijakan industri dan perdagangan dalam mendorong daya saing produk halal Indonesia.

Bagi sektor halal, pembahasan ini berpotensi memperkuat rantai ekosistem dari produksi hingga pemasaran luar negeri, sekaligus membuka ruang ekspansi yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia di pasar internasional.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pemetaan SDM untuk agenda reindustrialisasi, kami membahas langkah Kadin Indonesia mempercepat pemetaan tenaga kerja, teknik, dan profesi agar kebutuhan industri selaras dengan arah transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Pemetaan ini dinilai krusial untuk sektor-sektor strategis seperti hilirisasi mineral, kendaraan listrik, dan ekonomi digital guna mengurangi kesenjangan keterampilan yang dapat menghambat ekspansi industri.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.