IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam perdagangan siang di Jakarta

IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam perdagangan siang di Jakarta
IHSG anjlok siang ini

Tekanan jual di pasar saham Indonesia bertambah dalam sesi perdagangan siang, mendorong Indeks Harga Saham Gabungan turun tajam ke kisaran 5.900. Hingga pukul 11.00, indeks juga menyentuh level terendah harian 5.936,05 setelah pada pembukaan sempat melemah 0,91 persen ke 6.140.

Sorotan

  • IHSG anjlok 255,9 poin atau 4,13 persen ke level 5.937 pada pukul 11.00, menandai pelemahan signifikan dalam perdagangan siang.
  • Nilai transaksi awal mencapai Rp2,1 triliun dengan volume 3,09 miliar saham, sementara 198 saham menguat, 380 saham melemah, dan 381 stagnan.
  • Sektor energi, properti, industri, dan kesehatan masih bertahan di zona hijau, sedangkan sektor lain seperti keuangan dan teknologi terus mengalami tekanan.

Pergerakan indeks dan aktivitas transaksi

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG anjlok 255,9 poin atau 4,13 persen ke level 5.937 pada pukul 11.00. Pada awal perdagangan pagi, indeks berbalik melemah 0,91 persen ke 6.140, dengan 198 saham menguat, 380 saham melemah, dan 381 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi awal mencapai Rp2,1 triliun dengan volume 3,09 miliar lembar saham. Di kelompok indeks utama, LQ45 melemah 0,28 persen ke 617, JII turun 0,26 persen ke 376, MNC36 terkoreksi 0,17 persen ke 269, dan IDX30 turun 0,21 persen ke 348.

Dampak sektoral di pasar domestik

Pergerakan sektoral menunjukkan tekanan belum merata di seluruh bursa. Sektor yang masih berada di zona hijau mencakup energi, properti, industri, dan kesehatan.

Sementara itu, sektor konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, konsumer non siklikal, keuangan, dan transportasi masih bergerak melemah. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang meluas di pasar domestik pada perdagangan siang, meski sebagian sektor defensif dan berbasis komoditas masih menahan penurunan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergerakan awal IHSG pada 3 Juni 2026, kami mencatat indeks sempat menguat saat pembukaan sebelum cepat berbalik melemah, disertai tekanan pada mayoritas saham dan sejumlah indeks utama. Kami juga menyoroti bahwa sektor energi, properti, industri, dan kesehatan masih mampu bertahan di zona hijau, sementara sektor lain seperti konsumer, teknologi, dan keuangan cenderung tertekan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.