Sulawesi Tengah raih penghargaan pengendalian inflasi dari Kemendagri
Penghargaan tingkat regional ini menempatkan Sulawesi Tengah sebagai provinsi Terbaik II dalam kategori pengendalian inflasi pada Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi. Selain trofi, pemerintah provinsi juga menerima insentif Rp 2 miliar setelah dinilai konsisten menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Sorotan
- Sulawesi Tengah meraih trofi Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi kategori pengendalian inflasi dari Kemendagri pada 29 Mei 2026.
- Inflasi Sulawesi Tengah turun signifikan dari sekitar 5 persen pada 2025 menjadi 2,21 persen pada 2026 menurut Gubernur Anwar Hafid.
- Penilaian didasarkan pada kepatuhan pelaporan, anggaran program pengendalian inflasi, efektivitas kebijakan, dan data Badan Pusat Statistik yang transparan.
Penilaian penghargaan dan capaian inflasi
Seperti diberitakan Kompas.com, trofi penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kepada Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat, 29 Mei 2026. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan provinsi tersebut menjaga inflasi secara konsisten dan terukur dalam penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Sulawesi.Kategori pengendalian inflasi dinilai dari tingkat kepatuhan pelaporan, dukungan anggaran untuk program pengendalian inflasi, serta efektivitas langkah pemerintah daerah. Kemampuan pemerintah provinsi dalam menjaga daya beli masyarakat juga menjadi salah satu indikator penting dalam proses penilaian.
Tito Karnavian mengatakan penilaian untuk kategori ini bersumber dari data Badan Pusat Statistik, yang bersifat terbuka dan tidak dapat dimanipulasi. Ia menambahkan, ajang apresiasi tersebut menjadi upaya Kemendagri untuk mendorong pemerintah daerah terus meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.
Dampak bagi Sulawesi Tengah dan pemerintah daerah
Setelah menerima penghargaan, Anwar Hafid menyatakan inflasi di Sulawesi Tengah turun dari sekitar 5 persen pada 2025 menjadi 2,21 persen pada 2026. Menurut dia, provinsi itu sebelumnya termasuk daerah dengan tingkat inflasi tinggi dan pada 2025 menempati posisi keempat sebagai wilayah dengan inflasi tertinggi di Indonesia.Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dari kepala desa, camat, bupati, wali kota, forum koordinasi pimpinan daerah, hingga masyarakat. Penghargaan ini, menurut Anwar, diharapkan menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga stabilitas harga dan memperkuat kondisi ekonomi masyarakat di Sulawesi Tengah.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergerakan harga pangan nasional awal Juni 2026, kami mencatat lonjakan harga sejumlah komoditas utama seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit merah, sementara harga beras bergerak bervariasi antar kualitas. Sorotan tersebut menegaskan bahwa tekanan harga belum merata dan volatilitas pasokan pangan segar masih menjadi faktor penting yang memengaruhi belanja rumah tangga serta stabilitas harga di pasar.
Berita Roman Reher Terbaru
- Forex
- Crypto