Pertamina perluas program energi desa untuk dorong produktivitas pertanian di Bali

Pertamina perluas program energi desa untuk dorong produktivitas pertanian di Bali
Energi desa dorong pertanian

Program Desa Energi Berdikari Pertamina di Denpasar Utara menggabungkan energi baru terbarukan dengan pemberdayaan ekonomi pertanian untuk memperkuat kemandirian masyarakat. Inisiatif Uma Palak Lestari juga mengembangkan ekowisata dan eduwisata sambil mengatasi keterbatasan air yang selama ini menekan hasil panen saat musim kemarau panjang.

Sorotan

  • Pertamina Patra Niaga menghadirkan sistem pengairan tenaga Renewable Battery Technology dan mikrohidro 21 kWp yang melayani 103 hektar lahan di Bali.
  • Penggunaan energi bersih menurunkan emisi karbon 27,3 ton CO2eq per tahun dan menghemat biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun.
  • Produktivitas padi naik dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektar, dengan lahan organik 5 hektar menghasilkan omzet hingga Rp476 juta per tahun.

Pengembangan irigasi bersih dan fasilitas pertanian

Seperti dilaporkan Kompas.com, Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Ngurah Rai Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara membina program Uma Palak Lestari di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali, sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis Desa Energi Berdikari. Komisaris Pertamina Nanik S Deyang dan Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono mengunjungi lokasi itu pada Sabtu, 30 Mei 2026, didampingi Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, serta jajaran manajemen lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran komisaris meninjau fasilitas program dan melakukan penanaman padi secara simbolis untuk mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih. Pertamina menghadirkan sistem pengairan yang ditenagai Renewable Battery Technology dan pembangkit mikrohidro berkapasitas 21 kilowatt peak untuk membantu kebutuhan air pertanian.

Sistem itu telah mengairi lahan seluas 103 hektar yang dilengkapi teknologi pengairan digital serta penggunaan alat pertanian elektrik, termasuk traktor dan mesin penggiling padi. Perusahaan juga membangun Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian, mendorong penggunaan pupuk organik, dan memberi pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak.

Dampak ekonomi dan manfaat bagi masyarakat

Penggunaan energi bersih dalam program ini mampu menurunkan emisi karbon hingga 27,3 ton CO2eq per tahun. Program tersebut telah memberi manfaat kepada sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan.

Dari sisi ekonomi, inisiatif itu menghasilkan penghematan biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun. Produktivitas padi juga naik dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektar, sementara lahan 5 hektar yang dikembangkan untuk budi daya padi organik varietas Mentik Susu mampu menghasilkan omzet hingga Rp476 juta per tahun.

Capaian itu menunjukkan pendekatan integrasi energi terbarukan dan pertanian dapat memperkuat ketahanan usaha tani di Bali. Bagi sektor energi dan agribisnis, model ini memperlihatkan potensi program transisi energi perusahaan untuk menciptakan efisiensi operasional sekaligus menambah nilai ekonomi di tingkat komunitas.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang dukungan kampus untuk swasembada pangan, kami menyoroti pernyataan Rektor Universitas Negeri Makassar bahwa Indonesia dinilai telah mencapai swasembada pangan dan perlu menjaganya lewat program pertanian yang konsisten. Artikel tersebut juga menekankan peran perguruan tinggi melalui riset, inovasi, dan pendampingan teknologi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.