Indonesia pertahankan impor pangan berbasis kebutuhan di tengah tawaran susu dan daging sapi Prancis

Indonesia pertahankan impor pangan berbasis kebutuhan di tengah tawaran susu dan daging sapi Prancis
Impor pangan tetap selektif

Pemerintah menegaskan kebijakan impor pangan tetap mengacu pada kecukupan stok nasional, menyusul terbukanya peluang masuknya susu dan daging sapi dari Prancis. Sikap ini menempatkan surplus pasokan domestik sebagai penentu utama, meski akses impor masih tersedia untuk menjaga ketahanan pangan.

Sorotan

  • Indonesia akan mengimpor pangan, termasuk susu dan daging sapi Prancis, hanya jika persediaan nasional tidak surplus menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso.
  • Pemerintah menyiapkan strategi ketahanan pangan agar kebutuhan nasional dapat terpenuhi tanpa impor bila stok domestik mencukupi.
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan pentingnya pembukaan akses pasar Indonesia untuk susu dan daging sapi Prancis, selaras dengan agenda Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan impor mengikuti kondisi pasokan

Sebagaimana dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan Indonesia tidak perlu mengimpor pangan jika persediaan nasional berada dalam kondisi surplus. Ia menyebut tawaran penjualan komoditas dari negara lain, termasuk pangan dari Prancis, merupakan hal yang wajar dalam hubungan dagang antarnegara.

Budi mengatakan impor pangan tetap dimungkinkan, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri. Menurutnya, pemerintah menyiapkan strategi agar kebutuhan nasional tercukupi tanpa impor ketika stok domestik mencukupi.

Dampak pada strategi ketahanan pangan

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto membuka peluang impor susu dan daging sapi dari Prancis dalam pertemuan bilateral pada pekan lalu. Dalam konteks itu, pemerintah berupaya menyeimbangkan perlindungan pasokan domestik dengan fleksibilitas tambahan pasokan dari luar negeri.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan pentingnya pembukaan akses pasar Indonesia bagi sektor susu dan daging sapi Prancis. Dalam pernyataannya yang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 29/5/2026, Macron menyatakan langkah itu sejalan dengan strategi ketahanan pangan nasional Indonesia dan ambisi peningkatan kualitas pangan masyarakat.

Dukungan kampus terhadap swasembada pangan Indonesia menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, ketika Rektor Universitas Negeri Makassar menegaskan capaian kemandirian pangan sudah terlihat dan perlu dijaga melalui program pertanian yang konsisten. Artikel itu juga menyoroti peran riset dan inovasi perguruan tinggi serta pentingnya memperkuat perlindungan sektor pangan agar ketahanan pangan tidak terlalu bergantung pada impor komoditas strategis.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.