PGUN siapkan pelepasan saham publik bertahap untuk penuhi aturan free float BEI

PGUN siapkan pelepasan saham publik bertahap untuk penuhi aturan free float BEI
PGUN siapkan free float

PT Pradiksi Gunatama Tbk sedang menyusun langkah pasar modal untuk menaikkan porsi kepemilikan publik seiring tenggat kepatuhan free float yang ditetapkan bursa. Emiten perkebunan kelapa sawit itu masih mencatat porsi saham publik 7,62 persen, di bawah batas minimum 12,5 persen yang harus dipenuhi paling lambat 31 Maret 2027.

Sorotan

  • PGUN diwajibkan BEI meningkatkan porsi saham publik menjadi 12,5 persen paling lambat 31 Maret 2027 dan 15 persen pada 2028.
  • PGUN kekurangan free float tahap awal sebesar 4,88 persen dan akan melakukan pelepasan saham terstruktur ke pasar domestik secara bertahap sesuai kondisi pasar.
  • Peningkatan free float diharapkan memperluas basis investor, meningkatkan likuiditas saham PGUN, serta memperbaiki persepsi tata kelola dan keterbukaan perusahaan.

Rencana pemenuhan target hingga 2028

Seperti disampaikan dalam Pubex Live 2026, PT Pradiksi Gunatama Tbk memaparkan strategi bertahap untuk menutup kekurangan free float setelah adanya surat instruksi resmi dari PT Bursa Efek Indonesia. Perseroan diwajibkan meningkatkan porsi saham publik hingga 12,5 persen paling lambat 31 Maret 2027, lalu kembali menaikkannya menjadi minimal 15 persen pada 2028.

Direktur PGUN Tamlikho mengatakan kekurangan pada tahap awal mencapai sekitar 4,88 persen. Untuk menutup selisih tersebut, manajemen bersama pemegang saham pengendali sedang merumuskan skema pelepasan saham ke pasar domestik secara terstruktur, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kepentingan seluruh pemegang saham.

Menurut Tamlikho, pelaksanaan strategi itu dirancang berlangsung secara bertahap dan terukur. Pendekatan tersebut menunjukkan perseroan tidak menempuh pelepasan saham secara sekaligus, melainkan menyesuaikan waktu dan kondisi pasar agar proses pemenuhan ketentuan berjalan lebih terkendali.

Dampak kepatuhan bagi emiten perkebunan

Peningkatan free float menjadi agenda penting bagi PGUN karena menyangkut kepatuhan terhadap ketentuan bursa sekaligus struktur kepemilikan saham perusahaan. Dengan porsi saham publik yang lebih besar, emiten berpotensi memperluas basis investor di pasar domestik dan meningkatkan likuiditas perdagangan sahamnya.

Manajemen PGUN menilai langkah ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif terhadap regulasi BEI. Bagi emiten sektor kelapa sawit, penyesuaian komposisi kepemilikan publik juga dapat memengaruhi persepsi investor terhadap tata kelola, keterbukaan pasar, dan kesiapan perusahaan mengikuti standar pencatatan yang berlaku.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kebijakan BEI menaikkan ambang free float minimum, kami membahas dorongan agar emiten meningkatkan porsi saham publik hingga setidaknya 15% sebagai bagian penguatan integritas pasar modal. Kami juga menyoroti tujuan kebijakan ini, mulai dari peningkatan likuiditas, perluasan basis investor, hingga pembentukan harga saham yang lebih wajar, termasuk peran forum Public Expose Live 2026 dalam mendorong keterbukaan informasi emiten.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.