Istana panggil Menkes Budi Gunadi di tengah agenda koordinasi ekonomi Prabowo
Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026. Pertemuan itu berlangsung setelah Prabowo lebih dulu menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan anggota dewan tersebut, Chatib Basri, dalam rangkaian agenda sore di kompleks istana.
Sorotan
- Menkes Budi Gunadi tiba di Istana pukul 17.00 WIB di tengah rangkaian koordinasi pemerintahan yang padat pada sore tersebut.
- Prabowo menerima Luhut dan Chatib pada pukul 15.30 WIB sebagai bagian laporan rutin Dewan Ekonomi Nasional kepada Presiden setiap lima minggu.
- Chatib Basri menolak menjawab spekulasi dirinya akan masuk Kabinet Merah Putih, mengalihkan seluruh pertanyaan substansi pada Luhut.
Agenda pertemuan di kompleks istana
Seperti dilaporkan Kompas.com, Budi tiba di Kompleks Istana sekitar pukul 17.00 WIB dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang dan langsung berjalan cepat menuju gerbang Istana Kepresidenan.Saat ditanya awak media mengenai tujuan kedatangannya, Budi tidak menjelaskan isi agenda pertemuan dan hanya menyampaikan pesan singkat, "Sehat selalu ya."
Sebelum kedatangan Menteri Kesehatan, Prabowo juga menerima Luhut dan Chatib di kawasan Istana sekitar pukul 15.30 WIB. Kehadiran sejumlah pejabat itu menunjukkan rangkaian koordinasi pemerintahan yang berlangsung dalam satu sore di pusat pemerintahan.
Sinyal koordinasi kabinet dan dewan ekonomi
Luhut mengatakan dirinya datang untuk melaporkan kajian Dewan Ekonomi Nasional kepada Presiden. Ia menyebut laporan semacam itu disampaikan secara berkala, tiap bulan atau sekitar lima minggu sekali.Sementara itu, Chatib tidak banyak memberi keterangan dan meminta pertanyaan mengenai materi pertemuan diarahkan kepada Luhut. Ia juga tidak menanggapi spekulasi soal namanya yang disebut-sebut akan masuk Kabinet Merah Putih, dengan mengatakan bahwa dirinya tidak tahu.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kerangka kebijakan fiskal 2027, kami mengulas pemaparan pemerintah di DPR yang menargetkan pertumbuhan 5,8–6,5% sebagai pijakan menuju 8% pada 2029. Pembahasan menyoroti penguatan sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, dorongan investasi produktif (termasuk optimalisasi peran Danantara), serta upaya menjaga daya beli melalui program perlindungan sosial dan inisiatif seperti Makan Bergizi Gratis.
Berita Government Terbaru
- Forex
- Crypto