Istana bantah spekulasi perombakan Menkeu usai pertemuan Prabowo dengan DEN

Istana bantah spekulasi perombakan Menkeu usai pertemuan Prabowo dengan DEN
Istana bantah isu Menkeu

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan ekonom Chatib Basri dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, disebut berfokus pada pembahasan strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Penjelasan ini muncul di tengah spekulasi dalam beberapa hari terakhir soal kemungkinan pergantian Menteri Keuangan dan masuknya Chatib ke Kabinet Merah Putih.

Sorotan

  • Pemerintah dan Istana menegaskan pertemuan Presiden dengan Luhut dan Chatib Basri tidak membahas isu pergantian Menteri Keuangan atau penyusunan kabinet.
  • Luhut dan Chatib Basri hadir sebagai Ketua dan anggota Dewan Ekonomi Nasional untuk memberikan masukan terkait strategi pertumbuhan ekonomi kepada Presiden.
  • Penegasan tersebut meredakan spekulasi pasar terkait perubahan di pos Menteri Keuangan, menjaga ekspektasi kebijakan fiskal dan iklim investasi tetap stabil.

Klarifikasi agenda pertemuan di Istana

Seperti diberitakan Kompas.com, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pertemuan Presiden dengan Luhut dan Chatib tidak terkait isu pergantian Menteri Keuangan maupun pembicaraan soal masuknya Chatib ke kabinet. Dasco mengatakan ia telah mengonfirmasi langsung kepada pemerintah dan pihak Istana mengenai agenda pertemuan tersebut.

Menurut Dasco, pertemuan itu murni berisi masukan mengenai cara mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga menegaskan pembicaraan lain yang dikaitkan dengan perombakan kabinet tidak ada dalam agenda tersebut.

Dasco menambahkan Luhut hadir dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional, sedangkan Chatib Basri hadir sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional. Keduanya, kata dia, memberikan masukan kepada Presiden mengenai strategi-strategi pertumbuhan ekonomi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ekonomi.

Dampak pada persepsi pasar dan kebijakan ekonomi

Penegasan dari Dasco meredakan spekulasi yang berkembang dalam dua hari terakhir mengenai kemungkinan perubahan di pos Menteri Keuangan. Ia menyebut isu yang beredar belum dapat dipertanggungjawabkan sumber kebenarannya, sehingga fokus pertemuan tetap ditempatkan pada pembahasan ekonomi, bukan komposisi kabinet.

Sebelumnya, Prabowo memanggil Chatib Basri ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa sore. Kehadiran mantan Menteri Keuangan itu sempat memicu perhatian karena berlangsung bersamaan dengan pembahasan arah pertumbuhan ekonomi, area yang sensitif bagi pelaku usaha dan pasar mengingat setiap sinyal perubahan dalam tim ekonomi pemerintah dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan fiskal dan investasi.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang opsi fiskal yang disoroti Chatib Basri, ia menekankan bahwa ruang gerak Kementerian Keuangan pada dasarnya terbatas pada tiga pilihan: menaikkan penerimaan (termasuk pajak), memangkas belanja, atau menambah utang. Ia menilai kenaikan pajak dan penambahan utang kian berisiko di tengah tekanan biaya pendanaan global, sehingga rasionalisasi anggaran—termasuk pemangkasan belanja selektif dan pengurangan subsidi yang tidak tepat sasaran—menjadi opsi yang lebih realistis, meski tantangan politik tetap besar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.