Indonesia proyeksikan rupiah menguat bertahap menuju kisaran Rp16.800-Rp17.500 pada 2027

Indonesia proyeksikan rupiah menguat bertahap menuju kisaran Rp16.800-Rp17.500 pada 2027
Rupiah menguat di 2027

Pemerintah memproyeksikan nilai tukar rupiah menguat bertahap pada paruh kedua 2026 setelah sempat tertekan oleh gejolak pasar global dan tekanan eksternal domestik. Dalam kerangka awal penyusunan RAPBN 2027, kurs rupiah dipatok bergerak stabil di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar U.S.

Sorotan

  • Rupiah diproyeksikan menguat bertahap ke kisaran Rp16.800–Rp17.500 per dolar U.S. pada 2027, setelah keluar dari level Rp18.000.
  • Pemerintah memasukkan asumsi stabilisasi kurs tersebut ke dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal untuk RAPBN 2027.
  • Stabilisasi kurs didorong bauran kebijakan fiskal, moneter, dan keuangan, serta perbaikan tata kelola DHE untuk memperkuat pasokan valas dan kepercayaan investor.

Proyeksi kurs dalam kerangka RAPBN 2027

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, bahwa rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026.

Ia mengatakan rupiah kini sudah keluar dari level Rp18.000 per dolar U.S. dan pemerintah memasukkan asumsi stabilisasi kurs itu ke dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal, yang menjadi pilar pendahuluan penyusunan RAPBN 2027.

Dalam dokumen tersebut, nilai tukar rupiah dipatok bergerak stabil pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar U.S. Proyeksi itu mencerminkan keyakinan pemerintah bahwa tekanan terhadap mata uang domestik mulai mereda pada Juli hingga Desember 2026.

Dukungan kebijakan dan implikasi pasar keuangan

Purbaya menjelaskan pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir berasal dari tiga faktor utama, yakni guncangan sentimen global yang mendorong sikap menghindari risiko di pasar finansial internasional, serta tekanan dari pos transaksi berjalan dan transaksi finansial di dalam negeri.

Menurut dia, gejolak tersebut dapat dinetralisasi melalui komitmen bauran kebijakan yang terintegrasi antarotoritas dan penataan ulang regulasi arus modal masuk. Pemerintah juga menilai sinergi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, disertai perbaikan tata kelola DHE serta pendalaman pasar keuangan, akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri dan membantu memulihkan kepercayaan investor.

Bagi pasar keuangan Indonesia, arah kebijakan itu menunjukkan fokus pemerintah pada stabilitas kurs sebagai bagian dari fondasi penyusunan anggaran 2027. Jika pasokan valas domestik menguat dan sentimen investor membaik, ruang stabilisasi rupiah berpotensi semakin terbuka pada periode mendatang.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penegasan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) terkait fundamental ekonomi Indonesia, kami mengulas penilaian pemerintah bahwa kondisi makro masih solid dan jauh dari tekanan seperti krisis 1998. Saat itu, DEN menyoroti ketahanan korporasi dan perbankan—termasuk rasio permodalan yang tinggi—serta mengingatkan risiko kenaikan harga energi global dan dampak pelemahan rupiah yang perlu diantisipasi untuk menjaga kepercayaan pasar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.