Eks pejabat Bea Cukai akui pakai dana operasional dalam sidang suap impor Jakarta

Eks pejabat Bea Cukai akui pakai dana operasional dalam sidang suap impor Jakarta
Dana operasional Bea Cukai disalahgunakan

Persidangan dugaan suap pengurusan impor di Jakarta membuka rincian penggunaan dana operasional di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam kesaksiannya, mantan Kepala Subdirektorat Intelijen Bea dan Cukai Sisprian Subiaksono mengaku dana itu dipakai untuk kebutuhan pribadi, fasilitas kantor, dan pembelian hadiah internal.

Sorotan

  • Sisprian Subiaksono mengakui penggunaan dana operasional Bea Cukai untuk renovasi ruang kerja serta pembelian exhaust fan bagi Rizal pada sidang Tipikor 10 Juni 2026.
  • Sisprian menyatakan membeli tiket, iPhone untuk istrinya, dan mengambil Rp 20 juta dari dana operasional, serta membeli jam tangan Tag Heuer untuk Rizal.
  • Pengakuan pemakaian dana operasional untuk kebutuhan pribadi memperbesar tekanan pada pengawasan anggaran serta tata kelola internal di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pengakuan penggunaan dana dalam sidang Tipikor

Seperti dilaporkan Kompas.com, pengakuan itu disampaikan Sisprian Subiaksono saat diperiksa sebagai saksi dalam sidang dugaan suap pengurusan impor dengan terdakwa pemilik PT Blueray Cargo, John Field, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Jaksa mendalami aliran dan pemakaian dana operasional di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selama persidangan berlangsung.

Dalam keterangannya, Sisprian menyebut dana operasional digunakan untuk renovasi ruang kerjanya sendiri. Ia juga mengatakan ada pembelian exhaust fan untuk ruangan mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Rizal.

Jaksa lalu menyoroti perbedaan keterangan mengenai sumber dana renovasi tersebut. Menurut Sisprian, kepada direktur ia melaporkan bahwa penggunaan dana berasal dari DOK PPN, atau Pajak Pertambahan Nilai.

Dampak perkara bagi tata kelola internal

Selain renovasi, Sisprian mengaku memakai dana operasional untuk pembelian tiket dan iPhone untuk istrinya. Ia membenarkan pembelian itu menggunakan dana operasional, tetapi menyatakan berniat menggantinya dan belum sempat mengembalikan uang tersebut karena lebih dulu ditangkap.

Dalam sidang yang sama, ia juga mengakui pernah mengambil Rp 20 juta dari dana operasional. Sisprian turut mengungkap adanya pembelian jam tangan mewah merek Tag Heuer sebagai kenang-kenangan untuk Rizal saat menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.

Rangkaian pengakuan itu menambah tekanan terhadap pengawasan penggunaan anggaran operasional di institusi penegakan kepabeanan. Perkara ini juga memperlihatkan risiko tata kelola ketika dana internal dipakai di luar kebutuhan resmi, di tengah proses hukum suap impor yang masih berjalan.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang penetapan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional sebagai tersangka, kami menyoroti bagaimana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk ke fase pengawasan hukum yang lebih ketat. Artikel itu membahas dugaan intervensi pengadaan, pengaturan spesifikasi, dan indikasi mark up aset bernilai hampir Rp1 triliun yang memperbesar risiko tata kelola serta menuntut transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.