HMI Jakarta Pusat-Utara lanjutkan aksi protes harga BBM di Cikini

HMI Jakarta Pusat-Utara lanjutkan aksi protes harga BBM di Cikini
Aksi HMI berlanjut di Cikini

Aksi protes kenaikan harga BBM oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Pusat-Utara di Cikini, Jakarta Pusat, berakhir pada Rabu malam setelah sempat memicu ketegangan dengan polisi. Kelompok mahasiswa itu menyatakan akan kembali turun ke lokasi yang sama pada Kamis sore dengan tuntutan yang juga menyoroti nilai tukar rupiah dan program pemerintah.

Sorotan

  • HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara menggelar aksi protes harga BBM jenis Pertamax di depan KFC Cikini pada Rabu malam, diikuti sekitar 30 orang.
  • Aksi lanjutan dijadwalkan Kamis sore di Jalan Cikini Raya, dengan waktu pelaksanaan dimajukan untuk menjangkau perhatian publik lebih luas.
  • Tuntutan utama meliputi transparansi program Makan Bergizi Gratis, pelemahan nilai tukar rupiah, protes kenaikan harga BBM, dan kritik atas potensi korupsi program pemerintah.

Rangkaian aksi dan agenda lanjutan

Seperti dilaporkan Kompas.com, demonstrasi yang berpusat di depan gerai KFC Cikini mulai berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB dan dibubarkan sekitar pukul 21.32 WIB. Massa HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara menyebut aksi itu sebagai respons spontan atas sejumlah kebijakan nasional, terutama kenaikan harga BBM jenis Pertamax.

Ketua HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, Amiruddin Emon, mengatakan sekitar 30 orang mengikuti aksi tersebut. Ia menyebut organisasinya tidak mengajukan pemberitahuan kepada kepolisian karena demonstrasi dilakukan spontan setelah kegiatan belajar.

HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara memastikan aksi lanjutan digelar pada Kamis sore di Jalan Cikini Raya. Menurut Amiruddin, waktu pelaksanaan dimajukan agar aksi menjangkau perhatian publik yang lebih luas, sementara lokasi dipilih karena dekat dengan sekretariat organisasi.

Dampak isu ekonomi dalam tuntutan massa

Dalam aksi itu, massa membawa sedikitnya empat tuntutan utama, yaitu meminta transparansi program Makan Bergizi Gratis, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, memprotes kenaikan harga BBM, dan mengkritisi program yang dinilai berpotensi menjadi sarang korupsi.

Menurut Amiruddin, kenaikan harga Pertamax berpotensi menekan masyarakat menengah ke bawah. Ia juga mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah pelemahan rupiah.

Sebelumnya, aksi di Cikini juga sempat diwarnai pembakaran ban dan kemacetan lalu lintas. Ketegangan dengan aparat menambah risiko gangguan aktivitas di kawasan tersebut jika aksi lanjutan kembali menarik massa pada Kamis sore.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang kenaikan harga Pertamax per 10 Juni 2026, kami mengulas lonjakan harga menjadi Rp 16.250 per liter yang berisiko menekan daya beli, terutama bagi kelompok kelas menengah yang tidak menerima bantuan sosial. Kami juga menyoroti efek rambatan ke biaya distribusi dan tarif jasa, serta perlunya langkah pemerintah seperti insentif transportasi umum dan logistik agar tekanan biaya tidak cepat menyebar ke konsumsi rumah tangga.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.