Pemerintah siapkan subsidi kedelai Rp2.000 per kg untuk topang produksi tempe
Pemerintah menyiapkan subsidi kedelai Rp2.000 per kilogram untuk membantu perajin tempe menghadapi kenaikan biaya bahan baku di tengah gejolak pasar global. Pada tahap awal, dukungan ini diarahkan untuk sekitar 250.000 ton kedelai impor agar produksi tetap berjalan dan harga tempe tetap terjangkau.
Sorotan
- Pemerintah menetapkan subsidi kedelai Rp2.000 per kg yang dibahas pada rapat 9 Juni untuk menjaga produksi tempe nasional.
- Subsidi akan diaplikasikan terhadap sekitar 250.000 ton kedelai impor guna menekan biaya produksi akibat lonjakan harga pangan global.
- Kebijakan ini bertujuan agar pasokan tempe tetap stabil dan harga di tingkat konsumen tidak naik meski biaya impor meningkat.
Rencana subsidi untuk bahan baku tempe
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, kebijakan subsidi kedelai Rp2.000 per kg telah dibahas dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Selasa, 9 Juni. Langkah itu disiapkan sebagai upaya menjaga keberlangsungan produksi tempe ketika harga kedelai naik di pasar internasional.Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah membantu perajin tempe karena harga bahan baku sudah meningkat. Menurut dia, subsidi tersebut ditujukan untuk meringankan beban biaya produksi agar perajin tetap dapat memproduksi tempe dengan harga yang ada sekarang.
Pada tahap awal, pemerintah akan memberikan subsidi untuk sekitar 250.000 ton kedelai impor. Skema ini diharapkan menekan biaya yang meningkat akibat lonjakan harga komoditas pangan dunia.
Dampak gejolak global terhadap perajin
Budi menjelaskan kenaikan harga kedelai dipengaruhi kondisi global, termasuk dampak konflik dan ketidakpastian geopolitik yang mengganggu rantai pasok serta perdagangan komoditas pangan dunia. Tekanan itu membuat biaya bahan baku naik dan mempersempit ruang usaha perajin tempe.Melalui subsidi ini, pemerintah berharap produksi tempe tetap terjaga dan pasokan ke masyarakat tidak terganggu. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menahan kenaikan harga di tingkat konsumen di tengah tekanan biaya impor.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan ekonomi akibat kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah, kami menyoroti bagaimana guncangan global paling cepat terasa pada harga kebutuhan pokok dan daya beli. Ulasan itu juga menekankan pentingnya komunikasi pemerintah yang jujur dan transparan tentang dampak serta langkah mitigasi, karena kejelasan informasi membantu menjaga kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi.
Berita Soybeans Terbaru
- Forex
- Crypto