Pengunjung PRJ rem belanja saat harga produk naik hingga 30 persen
Kenaikan harga di Pekan Raya Jakarta mendorong sebagian pengunjung membatasi belanja dan menyusun kunjungan lebih selektif pada ajang tahun ini. Di tengah tekanan daya beli, PRJ tetap menarik minat warga yang memburu promo, produk edisi khusus, dan bonus yang dinilai lebih baik dibanding tahun lalu.
Sorotan
- Harga beberapa produk di PRJ 2024 naik hingga 30 persen dibandingkan tahun lalu, memicu pengunjung lebih selektif saat belanja.
- Harga tiket masuk PRJ naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 60.000, mendorong pengunjung membatasi pengeluaran dan fokus pada produk incaran.
- Penyelenggara dan tenant mengandalkan promo, kemasan menarik, dan bonus untuk mempertahankan transaksi di tengah penurunan daya beli akibat inflasi harga.
Perubahan pola belanja pengunjung
Seperti dilaporkan Kompas.com, sejumlah pengunjung menilai harga beberapa produk di PRJ tahun ini naik dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan pada sebagian barang mencapai sekitar 30 persen. Kondisi itu membuat pengunjung datang dengan daftar tenant yang lebih terarah agar pengeluaran tetap terkendali.Niken, 40, mengatakan ia tetap datang ke JIExpo Kemayoran untuk mencari produk tertentu yang sudah diincar sebelum berangkat. Ia memilih lebih dulu mencari tujuan melalui Google dan tidak masuk ke semua hall agar waktu dan tenaga lebih efisien.
Meski mengaku harus mengeluarkan uang lebih banyak, Niken menilai sejumlah produk kini hadir dengan kemasan dan bonus yang lebih menarik. Menurut dia, pilihan barang seperti tumbler dan wadah juga lebih beragam dibanding tahun lalu, sehingga tetap mendorong minat beli pengunjung tertentu.
Dampak pada daya beli dan strategi tenant
Pengunjung lain, Prisya, 29, juga mengaku lebih berhati-hati mengatur pengeluaran karena kenaikan harga sudah terasa sejak pembelian tiket masuk. Ia membandingkan harga tiket yang sebelumnya Rp 50.000 dengan tiket yang menurutnya kini menjadi Rp 60.000.Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, Prisya memilih membatasi pembelian dan lebih tertarik mencoba makanan baru yang hanya tersedia selama PRJ berlangsung. Ia berharap pelaku usaha menyediakan rentang harga low, middle, dan high agar produk tetap terjangkau bagi berbagai lapisan masyarakat, terutama ketika kenaikan upah tidak sebesar kenaikan harga barang.
Bagi pelaku usaha dan penyelenggara, perubahan perilaku ini menunjukkan pengunjung masih datang ke PRJ, tetapi menjadi lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Hal itu menandakan promo, diferensiasi produk, dan nilai tambah seperti bonus berpotensi menjadi faktor penting untuk menjaga transaksi di tengah kenaikan harga.
Kenaikan harga Pertamax ke Rp16.250 per liter kami soroti sebelumnya sebagai faktor yang dapat menekan daya beli kelas menengah dan kelompok rentan. Dalam ulasan itu, kami mencatat risiko peralihan konsumsi ke Pertalite yang berpotensi membengkakkan beban subsidi, sekaligus menekankan pentingnya pengawasan distribusi agar kebocoran tidak memperparah tekanan fiskal.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto