Pembiayaan modal kerja tetap tinggi saat ekspansi usaha tertahan
Perusahaan di Indonesia masih memprioritaskan likuiditas operasional ketimbang ekspansi agresif, tercermin dari kenaikan pembiayaan modal kerja dan penurunan pembiayaan investasi per April 2026. Pola ini menunjukkan dunia usaha masih berhati-hati menghadapi fluktuasi pasar, meski kebutuhan dana untuk menjaga produksi, rantai pasok, dan arus kas tetap kuat.
Sorotan
- OJK mencatat pembiayaan investasi turun 2,05% menjadi Rp167,75 triliun per April 2026, sedangkan pembiayaan modal kerja naik 10,64% menjadi Rp55,22 triliun.
- Di CNAF, piutang pembiayaan investasi naik 57% yoy menjadi Rp1,24 miliar per Mei 2026, sementara pembiayaan modal kerja turun 11% menjadi Rp878 miliar.
- Pelaku usaha lebih fokus menjaga likuiditas sehari-hari dan kualitas portofolio, menandakan ekspansi investasi tertahan oleh ketidakpastian ekonomi.
Tren pembiayaan produktif hingga April 2026
KONTAN melaporkan, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pembiayaan investasi sebesar Rp167,75 triliun per April 2026, turun 2,05%, sementara pembiayaan modal kerja naik 10,64% menjadi Rp55,22 triliun.
Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance, Ristiawan Suherman, menilai kondisi itu menandakan pelaku usaha kini lebih fokus menjaga kelangsungan operasional bisnis daripada merealisasikan ekspansi secara agresif. Ia mengatakan kebutuhan pembiayaan modal kerja masih tumbuh kuat karena perusahaan memerlukan likuiditas yang memadai untuk menopang aktivitas usaha sehari-hari.
Menurut Ristiawan, pelaku usaha membutuhkan likuiditas harian yang cukup besar untuk menjaga ritme produksi, mengamankan rantai pasok, dan memastikan arus kas tetap sehat di tengah fluktuasi pasar. Pada saat yang sama, kontraksi pembiayaan investasi mengindikasikan banyak perusahaan masih menunggu momentum ekonomi yang lebih stabil dan kondusif sebelum memutuskan investasi baru.
Strategi CNAF dan dampaknya bagi sektor pembiayaan
Di internal CNAF, pola pembiayaan investasi dan modal kerja bergerak berbeda dari data industri yang dicatat OJK. Hingga Mei 2026, piutang pembiayaan investasi CNAF tumbuh 57% secara tahunan menjadi Rp1,24 miliar, sedangkan pembiayaan modal kerja terkontraksi 11% menjadi Rp878 miliar.Ristiawan mengatakan perbedaan itu mencerminkan strategi perusahaan yang lebih mengedepankan kualitas portofolio melalui penyaluran pembiayaan yang lebih selektif dan berorientasi pada pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan. Untuk sisa tahun ini, ia memperkirakan permintaan pembiayaan produktif masih tetap terjaga, meski perusahaan akan lebih selektif dan mengoptimalkan penyaluran pada segmen serta sektor usaha yang dinilai lebih resilien.
Pendekatan tersebut menunjukkan perusahaan pembiayaan masih menyeimbangkan dorongan pertumbuhan bisnis dengan pengelolaan risiko kualitas pembiayaan. Bagi sektor pembiayaan nasional, tren ini mengisyaratkan kebutuhan modal kerja tetap menjadi penopang utama permintaan ketika ekspansi usaha belum kembali berlangsung luas.
Strategi pendanaan multifinance di tengah BI Rate 5,50% pernah kami ulas, ketika biaya dana yang masih tinggi membuat perusahaan pembiayaan lebih selektif menyusun struktur pendanaan. Dalam pembahasan itu, BRI Finance menekankan diversifikasi sumber dana serta kombinasi obligasi bertenor panjang dan pinjaman perbankan untuk menyeimbangkan biaya, jatuh tempo, dan kebutuhan likuiditas di tengah permintaan refinancing yang tetap kuat.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto