Tokio Marine Life soroti tekanan pasar terhadap kinerja unitlink di Indonesia

Tokio Marine Life soroti tekanan pasar terhadap kinerja unitlink di Indonesia
Unitlink tetap punya peluang

Di tengah volatilitas pasar keuangan dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah, PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia melihat sejumlah faktor eksternal dan domestik masih memengaruhi kinerja produk unitlink tahun ini. Perusahaan juga menilai produk unitlink tetap memiliki peluang diminati, terutama bagi nasabah yang menerapkan strategi investasi jangka panjang dan disiplin.

Sorotan

  • Rata-rata imbal hasil unitlink berbasis saham terkontraksi 8,76% year to date per Mei 2026, menjadi penurunan terdalam di antara kelompok utama.
  • Unitlink berbasis pasar uang mencatat satu-satunya kinerja positif dengan rata-rata imbal hasil 1,31% per Mei 2026, menandakan preferensi instrumen defensif di tengah ketidakpastian pasar.
  • PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia menyoroti pentingnya diversifikasi aset dan mata uang, serta memperkenalkan produk TM Global SavePro dalam dolar A.S. untuk menambah fleksibilitas portofolio jangka panjang.

Faktor pasar dan strategi diversifikasi

Seperti dilaporkan KONTAN, Head of Investment PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia Kornelis Pandu Wicaksono mengatakan dinamika suku bunga global dan domestik, ketidakpastian geopolitik, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi faktor yang dapat memengaruhi kinerja unitlink pada 2026. Ia menambahkan potensi perlambatan ekonomi global juga dapat memengaruhi sentimen investor dan volatilitas pasar keuangan.

Kornelis mengatakan kenaikan suku bunga Bank Indonesia baru-baru ini menjadi 5,50% menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar dan pengelolaan arus modal masih menjadi perhatian utama di tengah ketidakpastian global. Dari dalam negeri, ia menilai perkembangan likuiditas, arah kebijakan moneter, kondisi fiskal, serta pertumbuhan ekonomi nasional juga ikut membentuk pergerakan pasar.

Di tengah tantangan tersebut, perusahaan tetap melihat peluang investasi yang menarik, khususnya bagi investor dengan strategi jangka panjang. Tokio Marine Life terus menekankan pentingnya diversifikasi dan penempatan aset yang sesuai dengan profil risiko serta tujuan keuangan nasabah agar portofolio lebih tangguh menghadapi berbagai kondisi pasar.

Kornelis juga mengatakan diversifikasi dapat dipertimbangkan dari sisi mata uang investasi. Menurut dia, dolar A.S. masih menjadi salah satu mata uang utama dalam perdagangan dan investasi global, sehingga sebagian portofolio dalam denominasi dolar A.S. dapat menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan pada satu mata uang dan memberi fleksibilitas lebih besar dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Tokio Marine Life menyediakan TM Global SavePro, produk dalam denominasi dolar A.S. yang menawarkan manfaat perlindungan jiwa sekaligus potensi pengembangan nilai tunai. Dengan pendekatan tersebut, nasabah dinilai dapat memperoleh manfaat diversifikasi mata uang dan potensi apresiasi aset jangka panjang tanpa menghadapi risiko konversi mata uang berulang.

Kinerja unitlink dan implikasi industri

Kornelis menegaskan strategi investasi perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, kebutuhan perlindungan, profil risiko, serta jangka waktu investasi masing-masing nasabah. Dalam kondisi pasar yang dinamis, ia menilai fokus utama investor sebaiknya tetap pada pencapaian tujuan keuangan jangka panjang, bukan semata pada fluktuasi pasar jangka pendek.

Ia menambahkan pemilihan instrumen yang sesuai dengan profil risiko serta disiplin dalam berinvestasi tetap menjadi faktor penting dalam membangun portofolio yang sehat dan berkelanjutan. Penekanan ini muncul ketika kinerja sejumlah kategori unitlink masih berada dalam tekanan pada tahun berjalan.

Data Infovesta secara year to date menunjukkan rata-rata imbal hasil unitlink berbasis saham terkontraksi 8,76% per Mei 2026, menjadi penurunan terdalam di antara kelompok utama. Unitlink berbasis campuran juga turun 6,17%, sedangkan unitlink pendapatan tetap terkontraksi 0,88%.

Di sisi lain, unitlink berbasis pasar uang menjadi satu-satunya kategori yang masih membukukan kinerja positif, dengan rata-rata imbal hasil 1,31% per Mei 2026. Perbedaan kinerja ini menunjukkan preferensi investor terhadap instrumen yang lebih defensif masih kuat di tengah ketidakpastian suku bunga, nilai tukar, dan sentimen pasar global.

Kenaikan BI Rate ke 5,50% menjadi fokus ulasan kami sebelumnya, dengan sorotan pada bagaimana kenaikan suku bunga memengaruhi strategi penempatan aset pelaku industri dan investor institusional. Kami menekankan bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan valuasi obligasi yang sudah ada dalam jangka pendek, namun sekaligus membuka peluang yield yang lebih menarik pada instrumen baru serta mendorong evaluasi durasi, kualitas instrumen, dan diversifikasi portofolio.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.