Kasus MBG, permohonan JC Sony Sonjaya dinilai dapat mengubah arah pembuktian

Kasus MBG, permohonan JC Sony Sonjaya dinilai dapat mengubah arah pembuktian
JC Sony Sonjaya ubah kasus

Permohonan justice collaborator yang diajukan mantan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, dinilai berpotensi mengubah penanganan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis. Penilaian itu muncul saat Kejaksaan Agung masih menimbang apakah status tersebut layak diberikan, dengan implikasi besar terhadap arah penyidikan dan pihak-pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban.

Sorotan

  • Penolakan permohonan justice collaborator Sony Sonjaya memberi Kejaksaan Agung ruang menuntut pidana maksimal tanpa insentif hukum.
  • Jika permohonan justice collaborator diterima, Sony Sonjaya dinilai dapat mengungkap bukti konkret keterlibatan aktor kuat dalam korupsi MBG.
  • Kesaksian Sony Sonjaya berpotensi mempercepat penjeratan mafia anggaran dan pembongkaran jaringan korupsi dari level atas hingga penentuan titik SPPG.

Dampak permohonan JC pada penyidikan

Seperti dilaporkan Kompas.com, pakar hukum pidana Universitas Trisakti Azmi Syahputra menilai keberadaan justice collaborator dalam perkara korupsi tata kelola yang terorganisir dapat menjadi faktor penentu dalam mengungkap pihak yang terlibat, arah pembuktian, serta konstruksi dakwaan dan penuntutan.

Ia mengatakan keputusan akhir atas permohonan Sony sangat bergantung pada fakta dan pembuktian yang dikumpulkan penyidik di lapangan. Jika permohonan itu ditolak karena Sony terbukti sebagai pelaku utama, Kejaksaan Agung dinilai berada pada posisi yang lebih leluasa untuk mengejar ancaman pidana maksimal tanpa perlu memberikan insentif hukum.

Azmi juga menyebut penolakan permohonan JC dapat membuka ruang bagi penyidik untuk menggunakan Pasal 15 UU Tipikor terkait pemufakatan jahat guna menarik pertanggungjawaban hukum pihak lain yang turut serta dalam perkara tersebut.

Potensi pengungkapan jaringan korupsi MBG

Di sisi lain, jika Kejaksaan menerima permohonan tersebut, hal itu dinilai menunjukkan bahwa Sony mampu menyampaikan bukti konkret mengenai keterlibatan aktor lain yang memiliki pengaruh dan posisi lebih kuat. Menurut Azmi, skenario itu dapat menembus kerahasiaan birokrasi, membantu mengungkap pemborosan anggaran, dan mempermudah pelacakan aset yang diduga disembunyikan.

Ia menambahkan kesaksian mantan Wakil Ketua BGN itu juga diyakini dapat mempercepat proses hukum untuk menjerat seluruh pihak yang bermain, termasuk mafia dan calo anggaran. Dalam pandangannya, proses tersebut berpotensi mempercepat terbongkarnya jaringan korupsi yang disebut membentang dari level atas hingga praktik penentuan titik SPPG di hilir.

Meski begitu, Azmi menegaskan seluruh skenario tetap bergantung pada hasil pendalaman penyidik. Ia menilai arah permohonan justice collaborator Sony Sonjaya pada akhirnya ditentukan oleh fakta dan pembuktian dalam penyidikan.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang penyidikan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN), kami mengulas penetapan pimpinan BGN sebagai tersangka serta dugaan penerimaan insentif dan suap dalam verifikasi mitra SPPG. Kami juga menyoroti pelebaran perkara ke dua klaster utama—jual beli titik SPPG dan pengadaan barang/jasa, termasuk proyek motor listrik—yang memperlihatkan risiko tata kelola di tengah lonjakan anggaran program.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.