Ashutosh Sureka

BEM UBK gelar aksi di Monas, dorong evaluasi MBG dan peninjauan kenaikan BBM

BEM UBK gelar aksi di Monas, dorong evaluasi MBG dan peninjauan kenaikan BBM
Aksi UBK di Monas

Mahasiswa dari sejumlah fakultas Universitas Bung Karno menjadwalkan demonstrasi di kawasan selatan Monas, Jakarta Pusat, pada Senin siang, 15 Juni 2026. Aksi ini membawa enam tuntutan kebijakan, mulai dari evaluasi program makan bergizi gratis hingga peninjauan kembali kenaikan harga bahan bakar minyak.

Sorotan

  • Sekitar 200 mahasiswa BEM UBK dan fakultas lainnya menggelar aksi di Monas pada 19 Juni 2024 dengan enam tuntutan kebijakan ke pemerintah.
  • Tuntutan utama mencakup evaluasi menyeluruh program makan bergizi gratis (MBG), peninjauan kenaikan harga BBM, dan langkah menjaga stabilitas rupiah.
  • Isu yang dibawa mahasiswa UBK meliputi tekanan biaya hidup, akses pendidikan, serta pengawasan kebijakan ekonomi dan efektivitas belanja negara.

Rencana aksi dan agenda tuntutan

Seperti dilaporkan Kompas.com, demonstrasi ini dijadwalkan mulai pukul 11.00 WIB, setelah peserta melakukan persiapan dari Kampus UBK di Cikini sejak pukul 10.00 WIB dan bergerak sekitar pukul 10.30 WIB. Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M Abdi Maludin, mengatakan aksi berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Menurut Abdi, sekitar 200 massa dari BEM FH UBK, BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBK, BEM FISIP UBK, serta BEM Fakultas Ilmu Komputer UBK akan ikut dalam demonstrasi. Sejumlah mahasiswa dari kampus lain juga berpotensi bergabung, termasuk dari Universitas Pamulang dan Universitas Muhammadiyah Jakarta, meski kehadiran mereka masih bersifat tentatif.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan itu mencakup penghentian sementara dan evaluasi menyeluruh terhadap program makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, peninjauan kembali Undang-undang Kepolisian RI, penghentian militerisme dan penegakan supremasi sipil, langkah strategis untuk menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi nasional, pemenuhan hak pendidikan yang inklusif dan terjangkau, serta peninjauan kembali kebijakan kenaikan harga BBM.

Dampak kebijakan dan konteks sosial

Fokus tuntutan menunjukkan aksi mahasiswa tidak hanya menyoroti isu kampus, tetapi juga kebijakan publik yang dinilai berdampak pada beban rumah tangga, akses pendidikan, dan persepsi terhadap stabilitas ekonomi nasional. Penekanan pada evaluasi MBG dan kenaikan BBM menempatkan demonstrasi ini dalam konteks pengawasan masyarakat terhadap efektivitas belanja negara dan tekanan biaya hidup.

Seruan untuk menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi nasional juga memperluas cakupan aksi ke ranah ekonomi makro. Dengan membawa isu supremasi sipil, revisi regulasi kepolisian, dan hak pendidikan dalam satu panggung, mahasiswa UBK memosisikan demonstrasi ini sebagai tekanan politik dan sosial yang lebih luas terhadap arah kebijakan pemerintah.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang respons pemerintah atas tuntutan demo mahasiswa di Jakarta, kami menyoroti klaim efisiensi APBN sekitar Rp300 triliun, rencana evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penekanan pada ketahanan energi. Kami juga mencatat dorongan biodiesel B50 dan etanol E20 sebagai strategi menekan ketergantungan impor, di tengah sorotan publik terhadap risiko subsidi dan dinamika harga BBM.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.