Aliansi mahasiswa siapkan aksi Bundaran HI, bawa 20 tuntutan kebijakan di Jakarta

Aliansi mahasiswa siapkan aksi Bundaran HI, bawa 20 tuntutan kebijakan di Jakarta
20 Tuntutan Mahasiswa Jakarta

Aksi mahasiswa dan elemen sipil dijadwalkan berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2026) dengan fokus pada desakan kebijakan kepada pemerintah. Mobilisasi massa direncanakan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dari titik kumpul awal sebelum long march ke sisi selatan Bundaran HI di kawasan Dukuh Atas.

Sorotan

  • Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (Perisai) menggelar aksi di Bundaran HI Jakarta pada pukul 14.00 WIB dengan long march dari Dukuh Atas.
  • Demonstrasi membawa 20 tuntutan dalam format 11 mendesak dan 9 umum, fokus pada isu ekonomi, buruh, pendidikan, dan kebijakan pertahanan.
  • Empat tuntutan utama termasuk penghentian kenaikan harga BBM dan bahan pokok, penguatan nilai tukar rupiah, penghentian KKN di program publik, dan perlindungan buruh dari PHK massal.

Rencana aksi dan agenda lapangan

Seperti diberitakan Kompas.com, berbagai organisasi mahasiswa dan elemen sipil bergabung dalam aksi yang membawa nama Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis, atau Perisai. Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN), Muhammad Rizaldy, mengatakan peserta lebih dulu berkumpul di satu titik sebelum bergerak bersama menuju Bundaran HI.

Menurut Rizaldy, long march menuju lokasi aksi dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Pergerakan massa dipusatkan dari satu arah di sisi selatan Bundaran HI, tepatnya kawasan Dukuh Atas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Aliansi yang terlibat disebut mencakup FMN Pusat, GMNI Jaksel, KABMU UNAS, KBM UT Jakarta, Sentral Perjuangan Pemuda, Aliansi Cipayung Plus Jakbar, GMNI Jakpus, dan GMNI Depok. Susunan peserta ini menunjukkan keterlibatan organisasi lintas kampus dan wilayah dalam satu aksi bersama.

Isi tuntutan dan implikasi kebijakan

Dalam demonstrasi ini, Aliansi Perisai membawa Tuntutan 11+9, yaitu total 20 poin yang dibagi menjadi 11 tuntutan mendesak dan 9 tuntutan umum. Isu yang diangkat mencakup ekonomi, kesejahteraan buruh, pendidikan, hingga kebijakan pertahanan.

Empat tuntutan mendesak yang disebut dalam keterangan Rizaldy meliputi penghentian kenaikan harga BBM dan harga bahan pokok, perbaikan pelemahan nilai tukar rupiah, penghentian program MBG dan koperasi desa atau kelurahan merah putih yang dinilai sarat KKN, serta penghentian gelombang PHK massal yang dinilai mengancam kesejahteraan buruh.

Rangkaian tuntutan itu menempatkan tekanan biaya hidup, stabilitas ekonomi, dan kondisi ketenagakerjaan sebagai tema utama aksi. Bagi pemerintah, demonstrasi ini menjadi sinyal bahwa isu daya beli, pasar kerja, dan pelaksanaan program publik tetap menjadi sorotan kelompok mahasiswa dan organisasi sipil di Jakarta.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang aksi mahasiswa Universitas Indonesia di koridor Sudirman–Thamrin pada 12 Juni 2026, kami membahas tuntutan penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, kritik atas pemborosan APBN, serta penolakan militerisme di ranah sipil. Artikel itu juga menyoroti bagaimana desakan menurunkan harga BBM berhadapan dengan keterbatasan ruang fiskal di tengah beban subsidi energi, sehingga isu ekonomi melebar menjadi soal akuntabilitas kebijakan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.