Ashutosh Sureka

Aliansi mahasiswa siapkan aksi di Bundaran HI dengan 20 tuntutan ekonomi dan kebijakan

Aliansi mahasiswa siapkan aksi di Bundaran HI dengan 20 tuntutan ekonomi dan kebijakan
Demo mahasiswa 20 tuntutan

Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen sipil menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2026) untuk menyampaikan paket “11+9 tuntutan” kepada pemerintah. Aksi ini berlangsung di tengah pengamanan ribuan personel dan potensi kepadatan lalu lintas di koridor MH Thamrin, Monas, hingga sekitar Gedung DPR RI.

Sorotan

  • Aliansi mahasiswa menggelar aksi di Bundaran HI pukul 14.00 WIB dengan membawa 20 tuntutan ekonomi dan kebijakan, menolak kenaikan harga BBM, bahan pokok, dan PHK.
  • 5.955 personel gabungan dikerahkan kepolisian untuk pengamanan empat titik aksi di Jakarta, termasuk Bundaran HI, DPR RI, dan Monas.
  • Aksi dan rekayasa lalu lintas menambah tekanan pada mobilitas serta aktivitas bisnis utama di Jakarta, memicu potensi perlambatan perjalanan di hari kerja.

Agenda aksi dan rincian tuntutan

Seperti dilaporkan Kompas.com, massa dari berbagai organisasi dan aliansi lebih dulu berkumpul di satu titik sebelum melakukan long march menuju Bundaran HI sekitar pukul 14.00 WIB. Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN) Muhammad Rizaldy mengatakan aksi hari ini melibatkan kelompok yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis, atau PERISAI.

Peserta aksi mencakup FMN, GMNI Jakarta Selatan, KABMU UNAS, KBM UT Jakarta, Sentral Perjuangan Pemuda, serta aliansi Cipayung Plus Jakarta Barat dan GMNI dari sejumlah wilayah lain. Massa bergerak dari sisi selatan Bundaran HI, atau kawasan Dukuh Atas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Dalam demonstrasi ini, massa membawa total 20 tuntutan yang dibagi menjadi 11 tuntutan mendesak dan 9 tuntutan umum. Sejumlah tuntutan mendesak meliputi penolakan kenaikan harga BBM dan bahan pokok, perbaikan nilai tukar rupiah, penolakan gelombang PHK, pencabutan UU Polri, evaluasi belanja pertahanan dan keamanan, kenaikan upah guru honorer, transparansi BPI Danantara, serta evaluasi dan pencopotan sejumlah menteri terkait stabilitas ekonomi.

Adapun tuntutan umum mencakup penolakan penggusuran dan perampasan tanah, penolakan proyek strategis nasional yang dinilai merampas ruang hidup, desakan reformasi agraria, penguatan industri nasional, penolakan kenaikan biaya pendidikan, serta penolakan militerisasi dan kekerasan terhadap aktivis. Massa juga menyuarakan penghentian percepatan PTN-BH dan dorongan agar pendidikan berjalan secara ilmiah dan demokratis.

Dampak pengamanan dan lalu lintas di Jakarta

Kepolisian menyebut ada empat aksi yang digelar di sejumlah titik di Jakarta, termasuk Bundaran HI, Gedung DPR RI, dan Monas. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan 5.955 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi.

Masyarakat diimbau menghindari kawasan sekitar lokasi unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan. Rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional, sementara ruas seperti MH Thamrin, kawasan Monas, dan sekitar DPR RI berpotensi mengalami kepadatan selama demonstrasi berlangsung.

Aksi ini menambah tekanan pada aktivitas mobilitas dan pusat bisnis di Jakarta pada hari kerja, terutama di koridor utama perkantoran dan pemerintahan. Bagi pelaku usaha dan pekerja komuter, potensi perlambatan perjalanan menjadi dampak langsung yang perlu diantisipasi selama rangkaian demonstrasi berlangsung.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang rencana aksi Aliansi Perisai di Bundaran HI, kami mengulas agenda long march dari Dukuh Atas pada pukul 14.00 WIB dan daftar 20 tuntutan yang dibagi menjadi 11 mendesak dan 9 umum. Sorotan utamanya mencakup penolakan kenaikan harga BBM dan bahan pokok, penguatan nilai tukar rupiah, isu PHK massal, serta kritik atas program publik dan kebijakan pertahanan—yang menempatkan daya beli dan stabilitas ekonomi sebagai titik tekan utama.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.