Aliansi Cipayung Menggugat gelar aksi di DPR dengan tuntutan kebijakan pendidikan dan BBM

Aliansi Cipayung Menggugat gelar aksi di DPR dengan tuntutan kebijakan pendidikan dan BBM
Mahasiswa gugat kebijakan DPR

Ratusan mahasiswa dari sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Menggugat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI di Jakarta Pusat pada Senin, 15 Juni 2026. Aksi ini membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah, mulai dari desakan politik terhadap kepemimpinan nasional hingga evaluasi program sosial dan kebijakan ekonomi.

Sorotan

  • Aliansi Cipayung Menggugat menggelar aksi di depan DPR menuntut Prabowo-Gibran mundur, pendidikan gratis berkualitas, dan penurunan harga bahan bakar minyak.
  • Mahasiswa menyoroti ketidakefisienan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendesak evaluasi total dan penghentian sementara sampai sistem diperbaiki.
  • Demonstrasi ini mempertegas tekanan kelompok mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah terkait anggaran pendidikan, efektivitas program sosial, dan biaya hidup masyarakat.

Tuntutan aksi mahasiswa di kompleks parlemen

Seperti diberitakan Kompas.com, massa aksi terdiri dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Jakarta Timur, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Jakarta Selatan, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jakarta Timur, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Jakarta Timur, dan Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam Jakarta Timur. Unjuk rasa dipusatkan di depan gerbang kompleks parlemen di Tanah Abang, dengan peserta membawa bendera organisasi serta spanduk yang memuat tuntutan mereka.

Dari atas mobil komando, orator menyampaikan kritik terhadap kondisi nasional dan mendesak Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya. Selain tuntutan politik itu, mahasiswa juga menuntut pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia serta meminta pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak, yang dinilai penting untuk mengurangi beban masyarakat dan menekan harga kebutuhan pokok.

Program Makan Bergizi Gratis, atau MBG, juga menjadi sasaran kritik dalam aksi tersebut. Mahasiswa menuntut evaluasi total terhadap program itu dan meminta penghentian sementara sampai sistem pelaksanaannya diperbaiki.

Dampak isu sosial dan ekonomi yang disorot

Dalam orasinya, massa menilai akses pendidikan harus menjadi prioritas kebijakan negara dan tidak boleh terhambat faktor ekonomi. Mereka juga mengaitkan pelaksanaan MBG dengan alokasi anggaran pendidikan, dengan pandangan bahwa penggunaan dana tersebut perlu ditinjau ulang agar tidak mengurangi pemenuhan kebutuhan pendidikan yang lebih luas.

Hingga siang hari, peserta aksi masih bergantian menyampaikan orasi di lokasi dengan pengawalan aparat kepolisian. Isu yang diangkat dalam demonstrasi ini menunjukkan tekanan yang terus muncul dari kelompok mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, program sosial, dan biaya hidup masyarakat.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang demo GMNI di depan DPR RI, kami mengulas aksi mahasiswa yang menuntut penurunan harga BBM, pendidikan gratis dan berkualitas, serta desakan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur. Kami juga menyoroti tuntutan evaluasi menyeluruh dan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama terkait transparansi dan akuntabilitas anggaran serta dampaknya pada biaya hidup dan layanan publik.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.