Ashutosh Sureka

GMNI gelar aksi di DPR RI, soroti harga BBM, pendidikan gratis, dan evaluasi MBG

GMNI gelar aksi di DPR RI, soroti harga BBM, pendidikan gratis, dan evaluasi MBG
GMNI tuntut BBM & pendidikan

Aksi mahasiswa kembali mewarnai kawasan parlemen di Jakarta pada Senin siang, ketika massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia mulai berkumpul di depan gedung DPR RI. Demonstrasi ini membawa rangkaian tuntutan kebijakan, mulai dari penurunan harga BBM hingga evaluasi dan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis.

Sorotan

  • GMNI mendesak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran mengundurkan diri, menuntut pendidikan gratis, serta meminta penurunan harga BBM pada aksi di DPR RI.
  • Demonstran menuntut evaluasi menyeluruh dan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis, menyoroti isu transparansi dan akuntabilitas anggaran sosial pemerintah.
  • Tuntutan mahasiswa menyorot biaya hidup dan kualitas layanan publik, menambah tekanan pada efektivitas kebijakan prioritas dan belanja negara di masa transisi pemerintahan.

Tuntutan aksi dan situasi di lokasi

Seperti dilaporkan Kompas.com, massa GMNI tiba di depan gedung DPR RI di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada pukul 14.00 WIB dengan menggunakan satu mobil komando. Peserta aksi yang didominasi mahasiswa mengenakan jaket merah khas organisasi, sambil membawa bendera, poster, dan spanduk berisi kritik terhadap pemerintah.

Dalam orasi di atas mobil komando, demonstran menyampaikan sejumlah keresahan atas kondisi nasional. Salah satu orator mengatakan bahwa mereka datang untuk menyuarakan situasi Indonesia yang dinilai sedang tidak baik-baik saja, sementara peserta lain secara bergantian menyampaikan tuntutan politik dan sosial di depan kompleks parlemen.

Daftar tuntutan yang dibawa GMNI mencakup desakan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri, permintaan pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat, serta tuntutan agar pemerintah segera menurunkan harga BBM. Massa juga mendesak evaluasi total terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis agar pelaksanaannya transparan, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Dampak kebijakan yang disorot dan pengamanan kawasan

Tuntutan terkait BBM dan pendidikan menempatkan isu biaya hidup serta akses layanan publik sebagai fokus utama aksi. Sementara itu, sorotan terhadap Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan adanya tekanan dari kelompok mahasiswa agar program sosial pemerintah dijalankan dengan akuntabilitas yang lebih kuat sebelum diperluas lebih lanjut.

Selain meminta evaluasi menyeluruh, demonstran juga menuntut penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis sampai perbaikan sistem pelaksanaan dinilai memadai. Tekanan ini menambah daftar kritik publik terhadap implementasi program prioritas pemerintah yang berimplikasi pada belanja negara dan efektivitas penyaluran manfaat.

Di sekitar lokasi, aparat kepolisian berjaga di depan gerbang DPR RI untuk mengamankan jalannya aksi. Meski demonstrasi berlangsung, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto yang melintas di depan kompleks parlemen tetap ramai lancar, dan kendaraan masih bergerak di kedua arah tanpa pengalihan arus.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang aksi mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia pada 12 Juni 2026, kami mengulas bagaimana gelombang protes mencerminkan meningkatnya tekanan biaya hidup, sulitnya lapangan kerja, serta kekhawatiran atas pemborosan anggaran negara. Kami juga menyoroti temuan survei dan data ketenagakerjaan yang menunjukkan jurang antara narasi makroekonomi dan realitas rumah tangga, yang ikut menggerus kepercayaan publik dan memperbesar risiko ketegangan sosial.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.