BGN pertahankan program makan bergizi gratis di tengah tuntutan penghentian
Tekanan terhadap program Makan Bergizi Gratis meningkat setelah mahasiswa menjadikannya salah satu tuntutan utama dalam aksi di Jakarta. Badan Gizi Nasional menyatakan program itu tetap dijalankan sebagai mandat Presiden Prabowo Subianto sambil menegaskan demonstrasi merupakan hak warga negara.
Sorotan
- BNG tetap menjalankan program Makan Bergizi Gratis sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto meski ada desakan penghentian dari mahasiswa.
- Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan program MBG memiliki tujuan sosial mengatasi kekurangan gizi berdasarkan data Kementerian Kesehatan.
- Aksi mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta Pusat pada 12 Juni 2026, menuntut penghentian MBG, penghematan APBN, penurunan harga pokok, dan kebijakan lainnya.
Sikap BGN atas tuntutan mahasiswa
Seperti diberitakan Kompas.com, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, menyatakan lembaganya tetap menjalankan program Makan Bergizi Gratis karena itu merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto. Dalam keterangannya di Kompleks DPR, Jakarta, pada Senin (15/6/2026), ia mengatakan pimpinan BGN hanya menjalankan mandat yang diberikan presiden.Arumsari juga menyebut aksi demonstrasi dan isi tuntutannya sebagai bagian dari hak masyarakat. Ia menegaskan tidak mempermasalahkan adanya desakan penghentian program dari mahasiswa, sembari menyatakan dirinya bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjalankan tugas negara untuk mengelola dan memperbaiki pelaksanaan MBG.
Alasan program dan konteks aksi
Menurut Arumsari, MBG tetap dipandang sebagai program dengan tujuan sosial yang baik karena masih banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kekurangan gizi. Ia merujuk pada data di Kementerian Kesehatan yang mencakup kelompok ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak usia pendidikan dini.Penghentian program MBG menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia dan sejumlah mahasiswa lain di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026). Dalam demonstrasi itu, massa membawa lima tuntutan kepada pemerintah, termasuk penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak, penghentian program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisme di ranah sipil, serta desakan agar pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
Aksi demonstrasi GMNI di depan DPR RI menyoroti penurunan harga BBM, pendidikan gratis, serta tuntutan evaluasi menyeluruh dan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam artikel kami sebelumnya, kami mencatat bahwa sorotan terhadap MBG juga terkait tuntutan transparansi dan akuntabilitas belanja sosial, di tengah keluhan biaya hidup dan kualitas layanan publik yang menambah tekanan pada kebijakan prioritas pemerintah.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto