Kementerian Pertanian perluas program cetak sawah Papua, petani dukung mekanisasi

Kementerian Pertanian perluas program cetak sawah Papua, petani dukung mekanisasi
Sawah Papua bertransformasi

Dukungan petani dan masyarakat adat di Papua menguat seiring perluasan program pengembangan pertanian yang mencakup pembangunan sawah, bantuan alat dan mesin pertanian, serta pendampingan pemerintah. Program ini dinilai mulai mengubah pola kerja budidaya dari cara manual ke mekanisasi dan membuka prospek peningkatan kesejahteraan di wilayah timur Indonesia.

Sorotan

  • Kementerian Pertanian memperluas program cetak sawah di Papua dan Papua Barat Daya, mencakup pengembangan 600 hektare sawah di Sarmi.
  • Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) mempercepat pengolahan hingga tiga hektare per hari per unit, mendukung efisiensi kerja petani lokal.
  • Pemerintah dorong diversifikasi dengan komoditas unggulan lokal seperti sagu, kakao, kopi, dan ubi guna memperkuat ketahanan pangan Papua.

Perluasan sawah dan dukungan mekanisasi

Seperti disampaikan Kementerian Pertanian Indonesia, dukungan itu muncul dalam Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, yang dihadiri petani dari sejumlah wilayah pengembangan, termasuk Kabupaten Sarmi di Papua dan Kabupaten Sorong Selatan di Papua Barat Daya.

Ketua Gapoktan Kampung Ketom Jaya di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi, Michael M. Kubuan, mengatakan program pengembangan sawah yang berjalan di wilayahnya memberi optimisme baru bagi masyarakat adat pemilik hak ulayat. Ia menyebut kawasan pertanian yang sedang dikembangkan di wilayahnya mencapai 600 hektare dan diharapkan membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat serta generasi berikutnya.

Michael juga mengatakan bantuan alsintan yang diberikan pemerintah sudah digunakan di lapangan dan mempercepat pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Menurutnya, penggunaan alat bajak kini memungkinkan pengolahan hingga tiga hektare per hari dengan satu unit alat, dibanding metode cangkul dan parang yang jauh lebih lambat.

Ia mengajak pemilik hak ulayat dan masyarakat setempat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program pertanian di Kabupaten Sarmi agar pengembangan sawah dapat berjalan sesuai rencana.

Dampak pada ketahanan pangan dan komoditas lokal

Petani dari Kecamatan Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Yance Homer, mengatakan program cetak sawah membuka peluang bagi masyarakat asli Papua untuk terlibat langsung dalam pertanian modern. Ia menegaskan lahan yang digunakan untuk pengembangan merupakan lahan yang sebelumnya sudah dimanfaatkan, bukan kawasan hutan baru, sehingga menurutnya lebih produktif dibanding dibiarkan menjadi lahan tidur.

Yance berharap dukungan pemerintah terus diperkuat melalui bantuan sarana produksi dan pendampingan agar produktivitas meningkat dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri tanpa bergantung pada pasokan beras dari daerah jauh. Ia juga menilai keterlibatan petani lokal dan pendampingan penyuluh pertanian lapangan menjadi faktor penting bagi keberhasilan program.

Selain pengembangan sawah dan produksi padi, pemerintah terus mendorong komoditas unggulan yang menjadi bagian dari budaya dan sumber penghidupan masyarakat Papua, seperti sagu, kakao, kopi, pala, kelapa, ubi jalar, dan singkong. Pendekatan ini menempatkan pembangunan pertanian Papua tidak hanya pada peningkatan produksi beras, tetapi juga pada penguatan pangan lokal dan peningkatan pendapatan petani secara berkelanjutan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang Forum Menteri Pertanian BRICS 2026, kami menyoroti deklarasi bersama yang membuka peluang kerja sama riset, teknologi, pembiayaan, dan akses pasar untuk mempercepat modernisasi pertanian Indonesia. Pembahasan juga mencakup penguatan platform kolaborasi seperti BRICS Agricultural Research Platform dan BRICS AGRIN, termasuk pemanfaatan pertanian digital, kecerdasan buatan, dan pemantauan satelit untuk mendukung produktivitas dan ketahanan pangan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.