Pasar saham Indonesia memulai sesi Rabu pagi dengan kenaikan luas di berbagai sektor, mencerminkan sentimen awal yang positif di bursa. Dalam satu menit pertama perdagangan 17 Juni 2026, IHSG bertambah dari kenaikan 1,07 persen ke level 6.321 menjadi menguat 1,52 persen ke 6.349.
Sorotan
- IHSG menguat di pembukaan dengan 437 saham naik, nilai transaksi awal Rp1,06 triliun, dan volume perdagangan 1,1 miliar lembar saham.
- Indeks LQ45 naik 1,46 persen ke level 633, JII menguat 2,37 persen ke 386, MNC36 naik 1,64 persen ke 281, IDX30 bertambah 1,39 persen ke level 359.
- Seluruh indeks sektoral berada di zona hijau, dengan DATA, BUKK, dan TRON sebagai top gainers, serta GHON, MGNA, dan OLIV masuk top losers.
Kinerja awal indeks dan aktivitas perdagangan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, penguatan pada awal sesi juga terlihat dari dominasi saham yang naik dibandingkan yang turun. Sebanyak 437 saham berada di zona hijau, 80 saham melemah, dan 442 saham lainnya stagnan, dengan nilai transaksi awal mencapai Rp1,06 triliun dan volume perdagangan 1,1 miliar lembar saham.Indeks utama dan indeks lapis dua sama-sama bergerak lebih tinggi pada pembukaan. Indeks LQ45 naik 1,46 persen ke level 633, indeks JII menguat 2,37 persen ke 386, indeks MNC36 naik 1,64 persen ke 281, dan IDX30 bertambah 1,39 persen ke level 359.
Penguatan sektor dan pergerakan saham unggulan
Seluruh indeks sektoral bergerak di zona hijau pada awal perdagangan. Kenaikan mencakup sektor energi, properti, industri, infrastruktur, konsumer nonsiklikal, keuangan, transportasi, bahan baku, konsumer siklikal, teknologi, dan kesehatan.Di jajaran saham dengan kenaikan terbesar, PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), dan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) memimpin daftar top gainers. Sementara itu, saham yang masuk daftar top losers adalah PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON), PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), dan PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV).
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergerakan saham AMD yang terkoreksi tajam meski tren teknikalnya masih bullish, kami menyoroti bahwa harga tetap berada di atas rata-rata pergerakan utama namun mulai memunculkan sinyal jenuh beli dan volatilitas tinggi. Analisis Traders Union juga menekankan area kunci $491,75–$526,30 sebagai kisaran konsolidasi yang perlu dipantau, dengan risiko koreksi lebih dalam jika support ditembus.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto