IHSG melemah ke 6.202 pada sesi I perdagangan Jakarta

IHSG melemah ke 6.202 pada sesi I perdagangan Jakarta
IHSG turun ke 6.202

Pergerakan pasar saham Indonesia berbalik negatif pada pertengahan perdagangan Rabu setelah sempat dibuka menguat. Tekanan jual mendorong IHSG turun 0,84 persen ke level 6.202, dengan mayoritas saham yang diperdagangkan berada di zona merah.

Sorotan

  • IHSG turun ke 6.202 pada akhir sesi I perdagangan 17/6/2026 setelah sempat menyentuh level tertinggi 6.377 dan terendah 6.200.
  • Volume transaksi mencapai 20,3 miliar lembar dengan nilai Rp16,2 triliun, sementara 418 emiten melemah dibanding 288 emiten yang menguat.
  • Bank JTrust Indonesia (BCIC) naik 35 persen sebagai top gainer, sementara Gihon Telekomunikasi Indonesia (GHON) turun 14,81 persen sebagai top loser.

Pergerakan indeks dan aktivitas transaksi sesi pertama

Sebagaimana dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka di level 6.321 sebelum sempat menyentuh posisi tertinggi 6.377 dan kemudian turun hingga level terendah 6.200 pada sesi pertama perdagangan Rabu, 17/6/2026. Penutupan sementara di level 6.202 menunjukkan penguatan awal pasar tidak bertahan di tengah tekanan yang muncul menjelang akhir sesi.

Hingga sesi pertama berakhir, volume transaksi mencapai 20,3 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,2 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 1,5 juta kali, sementara kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp10,7 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 288 emiten menguat, 418 emiten melemah, dan 253 saham stagnan. Komposisi ini memperlihatkan pelemahan indeks terjadi seiring dominasi penurunan di sebagian besar emiten.

Saham penggerak kenaikan dan penurunan terbesar

Di kelompok top gainers, Bank JTrust Indonesia (BCIC) memimpin setelah melonjak 35 persen. Mineral Sumberdaya Mandiri (AKSI) menyusul dengan kenaikan 34,01 persen, sedangkan Sinergi Inti Plastindo (ESIP) naik 27,3 persen.

Di sisi pelemahan, Gihon Telekomunikasi Indonesia (GHON) menjadi top loser setelah turun 14,81 persen. Ciptadana Asset Management (XCLQ) melemah 11,43 persen, sementara Barito Renewables Energy (BREN) terkoreksi 10,59 persen.

Pola ini menunjukkan kenaikan tajam pada sejumlah saham tertentu belum mampu menahan tekanan yang lebih luas pada pasar. Bagi pelaku pasar, sebaran saham yang lebih banyak melemah daripada menguat menjadi penanda sentimen perdagangan sesi pertama masih cenderung defensif.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pembukaan IHSG pada 17 Juni 2026, indeks sempat menguat cepat pada menit-menit awal dari level 6.321 ke 6.349, didorong kenaikan luas di berbagai sektor. Saat itu, jumlah saham yang menguat jauh lebih dominan, disertai kenaikan pada indeks LQ45, JII, MNC36, dan IDX30, dengan DATA, BUKK, serta TRON masuk top gainers dan GHON, MGNA, serta OLIV menjadi top losers.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.