BCA catat permintaan personal loan tetap kuat, ditopang pendidikan dan renovasi rumah

BCA catat permintaan personal loan tetap kuat, ditopang pendidikan dan renovasi rumah
Personal loan BCA naik

Permintaan kredit multiguna BCA melalui produk Personal Loan tetap kuat di tengah pemulihan pertumbuhan pembiayaan konsumsi. Hingga Maret 2026, pinjaman konsumer BCA yang mayoritas berasal dari kartu kredit tumbuh 6,8% secara tahunan menjadi Rp 25,1 triliun.

Sorotan

  • Permintaan personal loan BCA tetap kuat, terutama untuk biaya pendidikan dan renovasi rumah, seiring perluasan basis nasabah perseroan.
  • Produk Personal Loan BCA ditargetkan untuk nasabah payroll dan pemegang kartu kredit BCA, dengan pembayaran autodebet setiap bulan.
  • BCA memperkuat credit scoring dan pemantauan kualitas kredit guna menjaga rasio non-performing loan pada portofolio Personal Loan tetap rendah di tengah tren suku bunga tinggi.

Pendorong permintaan dan profil produk

Seperti dilaporkan Kontan.co.id, PT Bank Central Asia Tbk terus mendorong penyaluran kredit multiguna lewat Personal Loan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif nasabah, termasuk biaya pendidikan, renovasi rumah, kebutuhan kesehatan, dan liburan. Produk pinjaman tanpa agunan ini dapat diajukan oleh nasabah payroll BCA maupun pemegang kartu kredit BCA, dengan skema pembayaran melalui autodebet rekening setiap bulan.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan fasilitas tersebut dirancang untuk memberi fleksibilitas pembiayaan bagi nasabah. Menurut dia, penggunaan personal loan masih didominasi oleh kebutuhan konsumsi, seperti pendidikan, renovasi rumah, pernikahan, pengobatan, liburan, dan kebutuhan lain.

BCA juga menyatakan pertumbuhan personal loan didukung oleh perluasan basis nasabah perseroan. Faktor itu ikut menopang permintaan seiring membaiknya tren kredit multiguna di pasar.

Strategi mitigasi risiko dan dampak pada kualitas aset

BCA menegaskan pertumbuhan kredit konsumsi tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian di tengah tantangan ekonomi dan tren suku bunga yang masih relatif tinggi. Perseroan memperkuat proses credit scoring, memantau kualitas kredit, serta menyiapkan solusi proaktif bagi nasabah untuk mengantisipasi potensi penurunan kemampuan bayar.

Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas aset pada segmen Personal Loan agar tetap terkendali. Dengan pendekatan itu, BCA memastikan rasio kredit bermasalah, atau non-performing loan, pada portofolio Personal Loan tetap berada pada level rendah.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang upaya BCA menjaga kualitas kredit di tengah ketidakpastian ekonomi global, kami mengulas pendekatan kehati-hatian perseroan dalam menyalurkan pembiayaan sambil memperketat manajemen risiko. Saat itu kami juga menyoroti penguatan monitoring portofolio, pemanfaatan Early Warning System, serta stress test dan pencadangan yang solid untuk menekan risiko kredit bermasalah dan menjaga kualitas aset tetap kuat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.