Ashutosh Sureka

PLN EPI dorong UMKM madu kelulut di Kalimantan Timur

PLN EPI dorong UMKM madu kelulut di Kalimantan Timur
PLN EPI dorong UMKM madu

Pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat diperkuat melalui pendampingan budidaya madu kelulut di Desa Tanjung Batu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Program ini diarahkan untuk menaikkan kapasitas usaha mikro lokal lewat peningkatan produksi madu, pengolahan propolis, dan peluang wisata edukasi berbasis lingkungan.

Sorotan

  • PLN EPI bersama PT Energi Gas meluncurkan program pengembangan madu kelulut di Kalimantan Timur dengan melibatkan 10 peserta dan memberikan 30 koloni lebah beserta peralatan budidaya.
  • PLN EPI menargetkan produksi madu kelulut meningkat sedikitnya 30 persen setahun, koloni lebah naik 20 persen, dan pendapatan kelompok usaha tumbuh 30 persen dalam dua tahun.
  • Program ini mendorong pengembangan produk turunan seperti propolis serta wisata edukasi, dan memperkuat ekonomi hijau berbasis potensi lokal di Kalimantan Timur.

Program budidaya dan target usaha

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, PLN EPI menjalankan program pengembangan budidaya madu kelulut bersama anak usaha PT Energi Gas dengan melibatkan 10 peserta dari kelompok masyarakat setempat.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi madu kelulut, tetapi juga mendorong pengembangan produk turunan bernilai tambah seperti propolis, penguatan kapasitas kelompok usaha, hingga pembukaan peluang wisata edukasi berbasis lingkungan.

Perusahaan menyalurkan dukungan berupa 30 koloni lebah kelulut, 30 unit stup budidaya, 100 bibit tanaman pakan lebah, serta peralatan panen madu dan propolis. PLN EPI menargetkan produksi madu meningkat sedikitnya 30 persen dalam satu tahun, jumlah koloni lebah tumbuh 20 persen, dan pendapatan kelompok usaha naik hingga 30 persen dalam dua tahun melalui pengembangan produk madu dan propolis.

Dampak ekonomi hijau bagi daerah

Menurut Mamit, budidaya madu kelulut memiliki nilai strategis karena memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Lebah kelulut juga berperan dalam membantu penyerbukan tanaman dan mendukung keanekaragaman hayati.

Dengan pendekatan itu, pengembangan madu kelulut menjadi bagian dari penguatan usaha mikro berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan. Bagi Kalimantan Timur, model ini membuka ruang bagi pertumbuhan pendapatan masyarakat desa sambil memperluas produk bernilai tambah yang dapat memperkuat ekonomi komunitas.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pengembangan ubi jalar sebagai komoditas pangan strategis, kami membahas target perluasan budidaya nasional pada 2026, termasuk dorongan penggunaan benih/varietas unggul serta dukungan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Kami juga menyoroti tantangan utama pada ketersediaan bibit unggul dan pentingnya kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi agar pengembangan berjalan berkelanjutan serta memberi nilai tambah bagi petani dan daerah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.