BSI catat pembiayaan OTO tumbuh, ditopang minat kendaraan listrik
Di tengah kenaikan minat masyarakat terhadap kendaraan yang lebih ramah lingkungan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk melihat ruang baru bagi pertumbuhan pembiayaan otomotif syariahnya sepanjang 2026. Hingga April 2026, pembiayaan BSI OTO mencapai Rp 6,62 triliun, naik 13,4% secara tahunan dan digunakan untuk pembelian sekitar 5.000 unit kendaraan nasabah.
Sorotan
- BSI OTO mencatat penyaluran pembiayaan positif hingga April 2026, didorong naiknya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
- Total sekitar 5.000 unit kendaraan dibiayai BSI OTO hingga April 2026, meskipun porsi kendaraan listrik tidak dirinci.
- BSI terus menawarkan skema angsuran tetap dan memperluas layanan otomotif syariah untuk menangkap permintaan mobilitas rendah emisi di Indonesia.
Pertumbuhan pembiayaan dan dorongan kendaraan listrik
KONTAN melaporkan, Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar menyatakan penyaluran BSI OTO terus tumbuh positif sepanjang 2026 berjalan, dengan salah satu pendorong utama berasal dari meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap kendaraan listrik.Menurut Wisnu, minat terhadap electric vehicle, atau EV, meningkat seiring kesadaran publik terhadap aspek ramah lingkungan. Namun, BSI tidak merinci berapa banyak kendaraan listrik yang termasuk dalam total sekitar 5.000 unit yang dibiayai hingga April 2026.
BSI juga menilai kebutuhan masyarakat atas pembiayaan kendaraan masih terbuka, termasuk untuk segmen kendaraan listrik yang kian diminati. Perseroan karena itu terus mendorong layanan pembiayaan otomotif syariah untuk menangkap permintaan tersebut.
Strategi BSI dan dampak pada pembiayaan konsumer
Untuk menjaga laju pertumbuhan, BSI secara aktif menawarkan skema angsuran tetap hingga lunas kepada nasabah. Perseroan optimistis pembiayaan BSI OTO terus bertumbuh sejalan dengan meningkatnya preferensi masyarakat terhadap layanan syariah yang dinilai memberi kenyamanan sekaligus pilihan kendaraan sesuai kebutuhan.Bagi industri pembiayaan konsumer di Indonesia, tren ini menunjukkan kendaraan listrik mulai menjadi salah satu penopang baru pertumbuhan penyaluran dana. Perkembangan itu juga memperlihatkan bank syariah berupaya memperluas basis pembiayaan ritel dengan menyesuaikan produk pada perubahan preferensi konsumen dan pergeseran menuju mobilitas yang lebih rendah emisi.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pembiayaan produktif fintech lending untuk UMKM, kami mencatat porsi pembiayaan produktif masih sekitar 34% hingga April 2026 sehingga belum memenuhi target OJK 40%-50% untuk periode 2025-2026. Kami juga menyoroti langkah industri dan regulator untuk mengejar target tersebut melalui penguatan manajemen risiko, credit scoring, serta kolaborasi ekosistem agar penyaluran ke sektor produktif lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Berita Bank of Israel Terbaru
- Forex
- Crypto