Bank Indonesia yakin kredit perbankan tumbuh dua digit pada 2026

Bank Indonesia yakin kredit perbankan tumbuh dua digit pada 2026
Kredit tumbuh dua digit

Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia menguat pada Mei 2026 dan memberi ruang bagi sektor keuangan untuk menjaga ekspansi pembiayaan sepanjang tahun ini. Kenaikan itu terutama ditopang kredit investasi, sementara Bank Indonesia melihat likuiditas perbankan masih cukup longgar untuk mendorong penyaluran ke sektor-sektor dengan potensi besar.

Sorotan

  • Bank Indonesia menilai likuiditas perbankan sangat memadai dengan undisbursed loan masih di atas Rp 2.000 triliun.
  • Cadangan pembiayaan besar memberi peluang ekspansi kredit ke sektor dengan prospek pertumbuhan tinggi.
  • BI optimistis pertumbuhan kredit perbankan di 2026 mampu bertahan pada level dua digit.

Dukungan likuiditas dan dampak bagi pembiayaan

Dari sisi pendanaan, BI menilai kondisi likuiditas perbankan masih sangat memadai untuk menopang ekspansi kredit. Destry menyebut fasilitas kredit yang belum dicairkan, atau undisbursed loan, masih mencapai lebih dari Rp 2.000 triliun, yang menunjukkan kapasitas pembiayaan bank tetap tersedia.

Besarnya cadangan pembiayaan itu memberi sinyal bahwa perbankan masih memiliki ruang untuk memperluas penyaluran kredit ke sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan tinggi. Dengan tren kredit yang terus membaik dan likuiditas yang tetap longgar, BI tetap optimistis industri perbankan pada 2026 mampu mempertahankan pertumbuhan kredit di level dua digit.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan kredit perbankan Indonesia yang menembus dua digit pada Mei 2026, kami mencatat BI melihat fungsi intermediasi bank tetap kuat di tengah risiko eksternal. Ulasan itu juga menyoroti besarnya undisbursed loan yang mencapai sekitar Rp 2.575 triliun serta indikator likuiditas dan permodalan yang solid sebagai penopang ruang ekspansi kredit sepanjang 2026.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.