Mahasiswa Trisakti usung tuntutan ekonomi dan kebijakan dalam aksi ke DPR RI
Aksi mahasiswa di Jakarta kembali berfokus pada isu biaya hidup, evaluasi program pemerintah, dan supremasi sipil saat massa Universitas Trisakti bergerak menuju Gedung DPR RI pada Jumat siang. Pergerakan ini melibatkan gabungan mahasiswa dari beberapa kampus dan dilanjutkan dengan long march dari kawasan TVRI menuju kompleks parlemen.
Sorotan
- Mahasiswa Universitas Trisakti dan kampus gabungan melakukan aksi ke DPR RI pada 19 Juni, membawa tuntutan ekonomi dan kebijakan.
- Massa mendesak pemerintah menurunkan harga bahan pokok dan BBM, meningkatkan ketersediaan BBM bersubsidi, dan menghentikan pemborosan APBN.
- Mereka juga menuntut evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, penolakan UU Polri, pembebasan tahanan politik, dan penghentian proyek strategis nasional kontroversial.
Rangkaian aksi dan agenda keberangkatan
Seperti dilaporkan Kompas.com, massa mahasiswa Universitas Trisakti mulai bergerak dari sekitar Tugu 12 Mei di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menuju titik konsolidasi lanjutan di kawasan TVRI sebelum melanjutkan aksi ke Gedung DPR RI.Sejumlah mahasiswa terlihat menggunakan sepeda motor, sementara lainnya menaiki bus dan angkutan kota. Tercatat empat unit bus dan satu angkot disiapkan untuk mengangkut peserta aksi, dengan mobil komando dan pengeras suara juga telah berada di lokasi untuk memimpin pergerakan massa.
Dari kawasan TVRI, massa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa atribut aksi. Aksi ini melibatkan mahasiswa gabungan dari berbagai kampus, termasuk Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, dan Universitas Dian Nusantara, setelah sebelumnya melakukan konsolidasi bersama.
Tuntutan ekonomi, evaluasi kebijakan, dan supremasi sipil
Massa mahasiswa membawa agenda yang mereka sebut sebagai “Tritura Kembali” atau Tiga Tuntutan Rakyat, yang mencakup pemulihan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat publik, serta pengembalian supremasi sipil.Dalam tuntutan pemulihan ekonomi dan politik nasional, mahasiswa mendesak pemerintah menurunkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak, meningkatkan ketersediaan BBM bersubsidi, serta menghentikan pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara. Pada agenda evaluasi pejabat publik, mereka meminta penghentian sementara dan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus perbaikan komunikasi pemerintah agar kebijakan lebih mudah dipahami masyarakat.
Untuk isu supremasi sipil, mahasiswa menyatakan penolakan terhadap UU Polri serta mengangkat tuntutan lain yang mencakup pembebasan tahanan politik, penghentian tindakan represif aparat dan militerisme di Indonesia Timur serta ranah sipil, dan penolakan terhadap proyek strategis nasional yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan itu disampaikan Menlu Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti, Arief, menjelang aksi di depan DPR.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang rencana aksi “Tritura Kembali” mahasiswa Universitas Trisakti di DPR RI, kami mengulas tiga tuntutan utama yang mereka bawa: pemulihan ekonomi-politik, evaluasi kinerja/inkompetensi pejabat publik, dan pengembalian supremasi sipil. Artikel itu juga merangkum poin tuntutan spesifik seperti desakan penurunan harga bahan pokok dan BBM, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, serta penolakan UU Polri dan sejumlah proyek strategis nasional, sekaligus gambaran rute berkumpul dari Tugu 12 Mei sebelum bergerak ke kompleks parlemen.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto