Mahasiswa Trisakti serukan tuntutan kebijakan dalam aksi di DPR Jakarta

Mahasiswa Trisakti serukan tuntutan kebijakan dalam aksi di DPR Jakarta
Trisakti demo di DPR

Aksi mahasiswa di Jakarta pada Kamis berfokus pada tekanan terhadap agenda ekonomi, evaluasi program pemerintah, dan isu supremasi sipil di tengah rangkaian demonstrasi di ibu kota. Massa Universitas Trisakti berencana berkumpul lebih dulu di Tugu 12 Mei Reformasi Trisakti sebelum bergerak ke depan kompleks DPR RI.

Sorotan

  • Mahasiswa Universitas Trisakti akan menggelar aksi Tritura Kembali di DPR RI Jakarta pada 19 Juni 2026 dengan tiga tuntutan utama: pemulihan ekonomi-politik, pemberantasan inkompetensi pejabat, dan pengembalian supremasi sipil.
  • Tuntutan spesifik mencakup penurunan harga bahan pokok dan BBM, peningkatan subsidi BBM, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, dan penolakan UU Polri serta proyek strategis nasional.
  • Aksi ini menjadi bagian dari lima protes serentak di Jakarta Pusat, dan kehadiran massa di Tugu 12 Mei Reformasi Trisakti pada pagi hari menentukan besaran tekanan politik terhadap pemerintah.

Rincian tuntutan dan rencana aksi

Seperti dilaporkan Kompas.com, sejumlah mahasiswa Universitas Trisakti bakal menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 19 Juni 2026, dengan membawa agenda yang mereka sebut sebagai "Tritura Kembali". Tiga tuntutan utama itu mencakup pemulihan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat publik, serta pengembalian supremasi sipil.

Arief, Menlu Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti, mengatakan tuntutan pemulihan ekonomi dan politik nasional mencakup desakan agar pemerintah menurunkan harga bahan pokok, menurunkan harga bahan bakar minyak, meningkatkan ketersediaan BBM bersubsidi, dan menghentikan pemborosan APBN. Pada sisi kebijakan publik, mahasiswa juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis, serta perbaikan komunikasi pemerintah kepada masyarakat.

Dalam aspek supremasi sipil, massa menyatakan penolakan terhadap UU Polri. Mereka juga mendesak pembebasan tahanan politik, penghentian tindakan represif aparat, serta penolakan terhadap proyek strategis nasional yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Dampak agenda protes bagi iklim kebijakan

Aksi ini menambah daftar demonstrasi yang berlangsung di Jakarta Pusat pada hari yang sama, dengan sedikitnya lima unjuk rasa digelar di wilayah tersebut. Konsentrasi aksi di sekitar pusat pemerintahan dan parlemen menunjukkan isu biaya hidup, efektivitas program negara, dan relasi sipil-keamanan masih menjadi titik tekan dalam perdebatan kebijakan publik.

Mahasiswa dijadwalkan berkumpul terlebih dahulu di Tugu 12 Mei Reformasi Trisakti sebelum bergerak ke kompleks parlemen dengan pengawalan kepolisian. Hingga pukul 10.50 WIB, belum terlihat mahasiswa yang berkumpul di lokasi awal, sehingga perkembangan kehadiran massa menjadi faktor penentu skala tekanan politik dari aksi tersebut.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rencana DPR menerima perwakilan mahasiswa menjelang aksi di kompleks parlemen Senayan, kami mengulas agenda pertemuan yang disiapkan pimpinan DPR serta gambaran rute dan waktu aksi dari kelompok seperti BEM FTI Universitas Trisakti. Kami juga merangkum inti tuntutan yang diusung, mulai dari penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, hingga penolakan UU Polri dan sejumlah proyek strategis nasional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.