AAUI nilai pembukaan Selat Hormuz menopang prospek asuransi marine cargo

AAUI nilai pembukaan Selat Hormuz menopang prospek asuransi marine cargo
Selat Hormuz buka peluang

Perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang dinilai memberi dorongan awal bagi bisnis asuransi marine cargo di Indonesia. Meski begitu, pelaku industri masih menunggu kepastian bahwa risiko navigasi, perang, sanksi, dan keterlambatan pengiriman benar-benar mereda secara konsisten.

Sorotan

  • Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi sentimen positif bagi prospek asuransi marine cargo setelah kuartal I-2026 terdampak gejolak geopolitik.
  • Klaim asuransi marine cargo naik 6,7% menjadi Rp357 miliar per Maret 2026, sementara premi turun 12,6% menjadi Rp1,49 triliun secara tahunan.
  • Perusahaan asuransi tetap fokus pada seleksi risiko ketat dan evaluasi khusus untuk ekspansi risiko perang di wilayah bereksposur geopolitik tinggi.

Tekanan kinerja dan respons industri

Kepada KONTAN, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Budi Herawan, mengatakan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi sentimen positif bagi lini marine cargo setelah gejolak geopolitik menekan bisnis ini pada kuartal I-2026.

Ia menjelaskan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, gangguan jalur pelayaran, kenaikan biaya logistik, serta penyesuaian premi risiko perang menjadi sumber tekanan terbesar bagi asuransi marine cargo. Data AAUI mencatat klaim asuransi marine cargo naik 6,7% secara tahunan menjadi Rp357 miliar per Maret 2026, sementara premi terkontraksi 12,6% secara tahunan menjadi Rp1,49 triliun.

Menurut Budi, dampak positif dari pembukaan jalur tersebut tidak langsung terasa. Pelaku pelayaran, eksportir, importir, dan perusahaan asuransi masih menunggu kepastian bahwa rute itu benar-benar aman, stabil, dan dapat dilalui secara konsisten.

Seleksi risiko tetap menjadi fokus

Budi mengatakan perusahaan asuransi perlu menyikapi kondisi ini secara optimistis, tetapi tetap prudent. Industri asuransi, katanya, tidak berada dalam posisi mendorong pengangkutan ke luar negeri atau ke wilayah tertentu karena keputusan ekspor-impor dan pemilihan rute tetap berada pada pelaku usaha dan perusahaan pelayaran.

Peran asuransi adalah menyediakan perlindungan yang memadai agar aktivitas perdagangan berjalan lebih aman. Dalam proses underwriting, perusahaan asuransi tetap perlu memperhatikan jenis kargo, nilai pertanggungan, rute pelayaran, negara tujuan, usia dan kondisi kapal, profil perusahaan pelayaran, kepatuhan terhadap ketentuan sanksi internasional, serta dukungan reasuransi.

Untuk wilayah yang masih memiliki eksposur geopolitik tinggi, evaluasi khusus tetap diperlukan atas perluasan risiko perang, klausul pengecualian, limit, deductible, dan premi tambahan. Dengan pendekatan seleksi risiko yang disiplin, pertumbuhan bisnis marine cargo dinilai tetap dapat didorong meski ketidakpastian regional belum sepenuhnya hilang.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang stabilitas industri asuransi jiwa pada kuartal I-2026, kami mencatat premi masih tumbuh dan jumlah tertanggung meningkat meski ekonomi belum sepenuhnya pasti. Fokus industri kemudian bergeser ke penguatan kualitas distribusi melalui sertifikasi wajib agen mulai 1 Juli 2026, untuk menekan praktik pemasaran yang tidak etis dan menjaga kepercayaan publik. Pengetatan standar kompetensi ini diharapkan memperkuat daya saing lewat edukasi produk, kepatuhan, dan layanan yang lebih baik kepada nasabah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.