BEI mencatat MLPT, BNLI pimpin pelemahan saham sepekan

BEI mencatat MLPT, BNLI pimpin pelemahan saham sepekan
MLPT & BNLI paling turun

Perdagangan saham di Indonesia pada 15-19 Juni 2026 menunjukkan tekanan pada ratusan emiten di tengah pergerakan mayoritas saham yang tetap berada di zona hijau. Bursa Efek Indonesia mencatat 184 saham melemah selama pekan itu, dengan PT Multipolar Technology Tbk menjadi penurun terdalam.

Sorotan

  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) memimpin penurunan selama pekan 15-19 Juni dengan pelemahan 19,18 persen dari 20.200 menjadi 16.325.
  • PT Bank Permata Tbk (BNLI) turun 16,15 persen menjadi 2.700, sementara PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) melemah 15,86 persen dari 9.300 menjadi 7.825.
  • Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) masuk daftar top losers dengan penurunan 9,79 persen dari 2.860 menjadi 2.580 meski sentimen pasar positif.

Daftar pelemahan saham pada pekan 15-19 Juni

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia menyatakan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menjadi top loser pekan ini setelah turun 19,18 persen dari 20.200 menjadi 16.325. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Permata Tbk (BNLI), yang melemah 16,15 persen menjadi 2.700, sementara PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) turun 15,86 persen dari 9.300 menjadi 7.825.

Selain tiga saham tersebut, TRIN tercatat turun 14,04 persen. ASPR terkoreksi 12,50 persen dan TMPO melemah 12,31 persen, sedangkan GHON, RISE, dan VISI juga masuk dalam daftar saham dengan penurunan terbesar selama sepekan.

Dampak sentimen pasar terhadap pergerakan emiten

Kehadiran PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dalam daftar top losers menjadi sorotan karena terjadi saat sentimen pasar disebut positif. Saham TLKM turun 9,79 persen dari 2.860 menjadi 2.580 meski mayoritas saham bergerak di zona hijau.

Data tersebut menunjukkan penguatan pasar secara umum belum merata di seluruh emiten, terutama pada saham-saham yang mengalami tekanan tajam dalam sepekan. Bagi pelaku pasar, pergerakan ini menandakan adanya perbedaan kinerja antar saham meski suasana perdagangan secara luas tetap positif.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan IHSG pada pekan 15-19 Juni 2026, kami mencatat indeks naik 2,82% dan kapitalisasi pasar BEI bertambah, meski aktivitas transaksi harian cenderung melambat. Kami juga menyoroti tekanan jual asing yang menurun serta penguatan yang tidak merata, sehingga hanya sebagian saham dan sektor yang benar-benar ikut menguat di tengah sentimen pasar yang lebih selektif.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.