Bank Indonesia perketat pembelian valas tanpa underlying, dampak ke bisnis bank dinilai terbatas

Bank Indonesia perketat pembelian valas tanpa underlying, dampak ke bisnis bank dinilai terbatas
BI batasi valas individu

Bank Indonesia mempersempit ruang pembelian valuta asing tanpa underlying pada Juni 2026 untuk meredam volatilitas rupiah di tengah tekanan pasar. Batas maksimum transaksi individu kini menjadi U.S.$10.000 per bulan, turun tajam dari U.S.$100.000 per bulan pada awal 2026.

Sorotan

  • Bank Indonesia menurunkan ambang pembelian valas tanpa underlying dari U.S.$100.000 menjadi U.S.$10.000 per individu per bulan secara bertahap mulai Juni 2026.
  • Kebijakan ini menurunkan rata-rata transaksi valas spot harian nasabah dan porsi transaksi berbasis underlying kini diperkirakan melampaui 98 persen dari total transaksi.
  • Bank menilai dampak ke bisnis devisa terbatas, sementara sektor money changer berpotensi terdampak lebih besar tetapi saat ini kebijakan baru diterapkan pada bank.

Pengetatan batas transaksi dan tujuan kebijakan

KONTAN melaporkan, Bank Indonesia dalam rapat bulanan Juni 2026 menurunkan bertahap ambang pembelian valas tanpa underlying dari U.S.$100.000 menjadi U.S.$50.000, lalu U.S.$25.000, dan terakhir U.S.$10.000 per bulan untuk tiap individu. Kebijakan ini diarahkan untuk menekan transaksi dolar yang tidak terkait langsung dengan kebutuhan ekonomi riil dan membantu menenangkan kondisi pasar.

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan fungsi kebijakan ini bukan untuk secara langsung menstabilkan rupiah lewat perubahan fundamental pasar. Menurut dia, langkah tersebut lebih ditujukan untuk mengurangi aktivitas transaksi valas ritel, sementara data Bank Indonesia menunjukkan tiap tahap pengetatan menurunkan rata-rata transaksi spot harian nasabah dan porsi transaksi valas berbasis underlying diperkirakan melampaui 98 persen dari total transaksi.

Yusuf menilai kebijakan pembatasan ini efektif terutama untuk meredam volatilitas kurs rupiah dalam jangka pendek. Ia juga menekankan transaksi valas tanpa underlying hanya mencakup porsi kecil dibandingkan transaksi dengan underlying seperti kebutuhan korporasi serta kegiatan ekspor-impor.

Dampak ke perbankan dan money changer

Sejumlah bank menilai dampak kebijakan ini ke bisnis devisa mereka cenderung terbatas. Presiden Direktur PT Bank Panin Tbk, Herwidayatmo, mengatakan pembatasan tersebut seharusnya tidak terlalu mempengaruhi bisnis bank karena hanya menyasar pembelian mata uang asing tanpa underlying.

Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan, juga menyampaikan dampak signifikan baru terasa jika pembatasan turut mencakup pembelian valas dengan underlying. Meski begitu, ia menyebut pembelian valas tanpa underlying di CIMB Niaga memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir, walau tidak drastis.

Di luar perbankan, Yusuf melihat pengaruh yang lebih besar justru berpotensi muncul pada Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank, atau money changer, karena mayoritas transaksi di segmen ini dilakukan untuk kebutuhan pribadi tanpa underlying. Namun, Kepala Cabang Dolarindo BSD Emil mengatakan hingga kini belum ada informasi bahwa kebijakan tersebut juga berlaku untuk money changer, dan sejauh ini yang diterimanya baru mencakup bank.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang tekanan rupiah yang sempat mendekati Rp18.000 per USD, kami mengulas kajian NEXT Indonesia Center yang menilai depresiasi rupiah hingga Juni 2026 masih sekitar 11% sehingga belum memenuhi ambang teknis krisis nilai tukar (15%) menurut pendekatan Reinhart-Rogoff. Meski belum masuk kategori currency crash, kami juga menyoroti bahwa risiko dapat meningkat jika arus keluar modal membesar atau persepsi pasar memburuk, sehingga disiplin bauran kebijakan moneter dan fiskal tetap krusial untuk menjaga kepercayaan investor.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.