Indonesia jajaki kerja sama nuklir Rusia untuk ketahanan energi, pemerintah nilai hubungan dengan U.S. tetap aman

Indonesia jajaki kerja sama nuklir Rusia untuk ketahanan energi, pemerintah nilai hubungan dengan U.S. tetap aman
Indonesia gandeng Rusia nuklir

Indonesia menjajaki kerja sama dengan Rusia untuk pengembangan energi nuklir sipil sebagai bagian dari diversifikasi pasokan energi nasional. Pemerintah menegaskan langkah ini ditujukan untuk kebutuhan ketahanan energi, transisi energi, dan pembangunan rendah karbon, serta dinilai tidak mengganggu hubungan Jakarta dengan U.S.

Sorotan

  • Indonesia menjajaki kerja sama dengan Rusia di bidang pengembangan reaktor modular kecil dan PLTN terapung untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
  • Pemerintah memastikan kolaborasi nuklir ini bertujuan damai, tidak mengganggu hubungan bilateral dengan U.S., dan tetap dalam pengawasan serta konsultasi dengan IAEA.
  • Diversifikasi mitra melalui kerja sama nuklir memberi Indonesia opsi teknologi lebih luas, memperkuat bauran energi, serta meningkatkan negosiasi pembiayaan dan pengembangan kapasitas domestik.

Dasar kebijakan dan ruang lingkup kerja sama

Seperti dilaporkan Kompas.com, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan diversifikasi mitra kerja sama merupakan langkah wajar untuk memperoleh pilihan teknologi, pengembangan kapasitas, praktik terbaik, dan skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan nasional.

Pemerintah menilai kerja sama dengan Rusia dalam pengembangan nuklir merupakan hal yang lumrah. Menurut Vahd, pendekatan itu juga mendukung kemandirian Indonesia dalam menentukan opsi yang paling sesuai bagi kepentingan dan ketahanan energi nasional.

Ia menjelaskan dasar hukum kerja sama energi nuklir itu mencakup Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional, dan RPJMN 2025-2029. Pemerintah juga telah menetapkan energi nuklir untuk tujuan damai sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi nasional guna memperkuat ketahanan energi, mendukung transisi energi dan industrialisasi, serta mencapai target pembangunan rendah karbon.

Dalam penjajakan tersebut, Indonesia membuka ruang untuk dialog, pertukaran pandangan dan pengalaman, feasibility studies, pelatihan peningkatan kapasitas, serta kerja sama riset dengan negara yang unggul dalam teknologi nuklir, termasuk Rusia. Indonesia saat ini bekerja sama dengan Rusia untuk pengembangan reaktor modular kecil atau small modular reactor, serta membahas PLTN terapung untuk energi, bukan untuk persenjataan.

Dampak geopolitik dan pengawasan internasional

Pemerintah meyakini penjajakan kerja sama ini tidak mengganggu hubungan Indonesia dengan U.S., meski Washington dan Moskwa berada dalam kubu geopolitik yang berbeda. Penekanan utama Jakarta adalah bahwa program yang dibahas berorientasi pada pemanfaatan damai untuk energi, bukan pada pengembangan senjata nuklir.

Untuk mendukung aspek keselamatan dan kepatuhan, pemerintah sedang berkoordinasi dan berkonsultasi dengan International Atomic Energy Agency, IAEA. Vahd mengatakan penjajakan kerja sama itu dilaksanakan secara cermat dan komprehensif dengan mempertimbangkan kepentingan nasional, kebutuhan pembangunan, serta pemanfaatan energi nuklir secara aman dan damai.

Bagi sektor energi Indonesia, langkah ini memperluas opsi teknologi di tengah dorongan memperkuat bauran energi dan ketahanan pasokan listrik jangka panjang. Kerja sama dengan lebih dari satu mitra juga memberi ruang negosiasi yang lebih besar dalam aspek teknologi, pembiayaan, dan pengembangan kapasitas domestik.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penjajakan kerja sama energi nuklir Indonesia–Rusia, kami membahas pertemuan Presiden Prabowo dengan pimpinan Rosatom serta pembahasan proyek PLTN, termasuk reaktor modular kecil dan opsi pembangkit terapung. Kami juga mengulas ruang lingkup kerja sama seperti pembangunan infrastruktur nuklir, pelatihan SDM, integrasi ke sistem kelistrikan Indonesia sebagai negara kepulauan, serta pentingnya kesiapan kelembagaan dan penerimaan publik agar program berjalan aman dan transparan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.