Indonesia tunda penyaluran insentif motor listrik hingga Agustus
Pemerintah menunda jadwal penyaluran stimulus pembelian sepeda motor listrik yang semula diharapkan berjalan pada Juni 2026. Penundaan ini terjadi saat mekanisme program masih dalam kajian, di tengah rencana awal pemberian kuota insentif untuk kendaraan listrik roda dua dan roda empat.
Sorotan
- Pemerintah Indonesia menunda penyaluran insentif motor listrik hingga Agustus 2026 untuk memberi waktu evaluasi tambahan satu bulan.
- Penundaan jadwal insentif meningkatkan ketidakpastian terhadap percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, khususnya segmen roda dua.
- Pemerintah menargetkan insentif bagi 6 juta kendaraan listrik pada tahap awal, namun jumlah unit yang akan menerima masih dalam perumusan.
Jadwal program bergeser
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program subsidi motor listrik kini ditargetkan baru dapat digulirkan pada Agustus. Ia menyampaikan setelah jumpa pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026, bahwa insentif tersebut mendapat tambahan waktu kajian satu bulan.Airlangga menjelaskan penundaan dilakukan karena mekanisme penerapan program masih berada dalam tahap evaluasi. Menurut dia, alasan penundaan masih terus dikaji sehingga pelaksanaan insentif belum dapat dilakukan sesuai tenggat semula.
Dampak pada target kendaraan listrik
Mundurnya jadwal insentif menambah ketidakpastian pada percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, khususnya untuk segmen roda dua yang dituju melalui subsidi pembelian. Bagi industri otomotif dan ekosistem pendukungnya, kepastian skema dan waktu pelaksanaan menjadi faktor penting untuk mendorong permintaan pasar.Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengatakan insentif kendaraan listrik akan dilakukan secara bertahap mulai 2026. Jumlah unit kendaraan yang akan menerima insentif masih dalam perumusan, sedangkan pemerintah sejauh ini menargetkan insentif bagi 6 juta kendaraan listrik pada tahap awal.
Paket stimulus lintas sektor Rp26,34 triliun yang sebelumnya kami soroti dirancang untuk menjaga momentum pertumbuhan domestik pada paruh kedua 2026 di tengah risiko eksternal, termasuk potensi gejolak harga energi dan gangguan rantai pasok. Stimulus tersebut menitikberatkan penguatan daya beli melalui bantuan pangan, dukungan pelatihan kerja/vokasi, insentif transportasi publik, serta insentif bagi sektor industri kreatif lewat penyesuaian pajak royalti penulis.
Berita Government Terbaru
- Forex
- Crypto