Ashutosh Sureka

Waskita Karya rampungkan proyek LRT Jakarta Fase 1B untuk perkuat konektivitas ibu kota

Waskita Karya rampungkan proyek LRT Jakarta Fase 1B untuk perkuat konektivitas ibu kota
LRT Jakarta Fase 1B selesai

Menjelang HUT ke-499 Jakarta, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menegaskan perannya dalam pengembangan infrastruktur ibu kota melalui proyek transportasi dan bangunan publik yang telah berlangsung lebih dari lima dekade. Perseroan saat ini tengah merampungkan proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai senilai Rp 4,1 triliun yang ditujukan untuk menghubungkan Jakarta Timur dan Jakarta Pusat.

Sorotan

  • Waskita Karya menyelesaikan proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai yang meningkatkan integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai dan mendukung target penurunan emisi.
  • Proyek LRT Jakarta Fase 1B diproyeksikan mengurangi kemacetan, meningkatkan produktivitas, dan mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik di kawasan metropolitan.
  • Kontribusi Waskita Karya sejak 1973 meliputi pembangunan infrastruktur transportasi, fasilitas publik, dan gedung penting yang memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global.

Proyek LRT dan rekam jejak pembangunan Jakarta

KOMPAS.com melaporkan, proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda) diproyeksikan memperkuat integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai sebagai salah satu simpul transportasi terbesar di Indonesia. Jalur ini juga diharapkan mendorong peralihan masyarakat ke transportasi publik, mengurangi kemacetan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung target penurunan emisi karbon di kawasan metropolitan.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga episentrum pertumbuhan ekonomi nasional yang terus bergerak dan bertransformasi. Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa, 23 Juni 2026, ia menyatakan perseroan merasa terhormat menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan Jakarta melalui berbagai karya infrastruktur yang mendukung mobilitas, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Ermy, pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan konektivitas fisik, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Atas dasar itu, Waskita menyatakan terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur berkualitas untuk memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Dampak bagi mobilitas dan posisi Jakarta

Sejalan dengan transformasi Jakarta menuju kota global yang modern dan berkelanjutan, keberlanjutan proyek transportasi massal menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi ibu kota. Konektivitas antara Jakarta Timur dan Jakarta Pusat melalui koridor baru LRT dinilai dapat memperkuat efisiensi pergerakan orang dan akses ke pusat bisnis maupun layanan publik.

Waskita menyebut jejak kontribusinya di Jakarta dimulai sejak 1973 dan terus berlanjut hingga sekarang. Selama lebih dari lima dekade, perseroan terlibat dalam pembangunan sarana transportasi publik, gedung pencakar langit, fasilitas kesehatan, pusat bisnis, hingga bangunan yang memiliki nilai sejarah dan sosial, termasuk Halte Transjakarta Tosari yang kini menjadi salah satu ikon baru ruang publik Jakarta.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang stimulus tarif transportasi massal Rp1,54 triliun, kami mengulas paket diskon perjalanan untuk libur sekolah 2026 dan Natal-Tahun Baru 2026/2027. Program ini mencakup potongan tarif kereta api dan kapal laut hingga 30 persen, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP, serta subsidi tiket pesawat hingga 30 persen untuk menjaga keterjangkauan, meningkatkan mobilitas, dan menggerakkan aktivitas ekonomi daerah selama periode liburan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.